Lurah Kesal, Proyek Hampir Tiap Tahun Tidak Selesai Ir.H. Mian Gagal, Ini Kata Partai Pengusung

Laporan : Edi Yanto 

Jum’at, 22 Maret 2019

Kilas, Bengkulu UtaraTerkait Beredarnya berita di berbagai media online, Ancaman keras yang disampaikan oleh lima kelurahan di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu dalam Pemerintahan Bupati Ir.H.Mian, diantaranya Kelurahan Purwodadi, Gunung Alam, Kemumu, Lubuk Durian dan Lais. Ancaman pengunduran diri dari jabatan lurah tersebut merupakan sikap tegas mereka, jika anggaran kelurahan  tidak dicairkan pada 17 April 2019 mendatang.

Dengan tangapan pejabat pemerintahan Bupati Ir.H.Mian melalui Kepala Bapeda Bengkulu Utara, Ir.Siti Qoriah, yang mengatakan, Jika lurah mau mengundurkan diri itu sangat bagus dan berjiwa jentelmen, bahkan dirinya menunggu pembuktian pernyataan para lurah tersebut, di tangapi keras Partai pengusung Ir.H. Mian saat mencalonkan diri menjadi Bupati beberapa tahun yang lalu.

Dedy Syafroni, S.IP, selaku ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, yang mana Partai Demokrat pada tahun 2015 telah berbuat dan mengusung Ir.H.Mian, untuk mencalonkan diri hinga dilantik menjadi Bupati Bengkulu Utara pada tahun 2016, dengan tujuan akan membawa perubahan yang lebih baik kedepannya. Berjalannya waktu melihat dan mengamati perjalanan politik  pemerintahan Bupati mian, saya sangat kecewa apa lagi membaca pernyataan oknum pejabatnya.

“Stegmen oknum pejabat pemerintahan bupati Ir.H.Mian, yaitu Kepala Bapeda Bengkulu Utara, Ir.Siti Qoriah di berbagai media online, tidak bijak selaku pejabat, seharusnya seorang pejabat yang di percaya oleh kepala daerah bisa mencari solusi, kayak ini lah prilaku oknum pejabat di era bupati Mian ini, yang membuat saya selaku ketua partai pengusung mengatakan pimpinan Bupati Mian ini memang tidak ngedal alias tidak beres,” kata Dedy Syafroni.

Lanjut Dedy Syafroni, seharusnya para lurah yang sudah bekerja keras melayani masyarakat dan ujung tombak didaerahnya masing – masing dapat diberi semangat dan dihargai, bukannya menjatuhkan mental orang yang lagi bekerja. Setidaknya para lurah tersebut dipangil dan di carikan solusi, tapi kini sudah terlambat informasih fublik sudah meluas.

“hampir 4 tahun kepemimpinan Bupati Ir.H.Mian, tidak ada yang dapat dibangakan untuk Kabupaten Bengkulu Utara, bahkan semakin sembrautnya daerah, baik di segi pembangunan yang hapir setiap tahun ada proyek yang tidak selesai dikerjakan hingga kini tidak ada tindak lanjutnya, maupun bidang Ekonomi dan politik, maka saya berani mengatakan Bupati Mian beserta oknum Pejabatnya gagal memimpin Bengkulu Utara,” tutup Dedy Syafroni.

Lurag Purwodadi, Yenrizal dan Lurah Gunung Alam, Saiful Rahman, kepada kilasbengkulu.com, diruang kerjakan (22/3), menuturkan, sangat kesal dengan pernyataan pejabat Era pimpinan Bupati Mian, bukannya mencari solusi, tapi mengeluarkan setmen yang menyakitkan hati.

“Hutang kelurahan saat ini sudah menumpuk, seperti pengadaan baju Linmas yang baru – baru ini dijanjikan pihak pemerintah daerah untuk dibayar, sampai hari ini belum juga dibayar, bahkan hari ini jum’at (22/3) kami kirimkan surat kepada bupati agar dapat mentalangi hutang Baju Linmas tersebut, hal itu jangan sampai menjadi hutang pribadi kami. Jujur kami para lurah bukan gila jabatan dari awal kami sudah ingin mengundurkan diri, bahkan sudah pernah membuat surat pengunduran diri, namun camat melarang agar kami tetap melayani masyarakat dengan baik. Jangan asal ngomong dan merasa hebat pejabat di era bupati Mian ini, kalau memang merasa sudah hebat tolong, hari ini juga sampaikan kepada bupati hentikan kami hari ini juga,”  jelas Yenrizal dan Saiful

Editor : Redaksi

Baca Juga

Perjuangan Era Bupati Mian Miliaran DAK Revitalisasi Gedung SD Dan SMP Tahun 2021, Disini Peresmian Pertamanya

Laporan : Edi Yanto, Selasa, 26 Oktober 2021 Kilas Bengkulu, Utara – Pada era pemerintahan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *