Lubis, SH, MH : Bengkulu Utara Daerah Kaya Potensi Tapi Masih Terjebak Dalam Belenggu Ketimpangan

Penulis Opini : Lubis, SH, MH, Wakil Bendahara Umum PB PMII

Kilas, Bengkulu  – Dalam wilayah provinsi Bengkulu, kabupaten Bengkulu Utara merupakan salahsatu kabupaten tertua dan terluas yang menyimpan kekayaan sumber daya alam dan budaya yang luar biasa. Dari hamparan perkebunan yang membentang di dataran tinggi hingga potensi kelautan yang melimpah di wilayah pesisirnya, Bengkulu Utara sejatinya memiliki modal dasar untuk menjadi daerah yang maju dan sejahtera. Namun kenyataannya, hingga hari ini, masyarakatnya masih bergelut dengan berbagai tantangan pembangunan yang belum terselesaikan secara menyeluruh.

Sebagai putra asli Bengkulu Utara, saya (Lubis, SH,MH, red), merasa terpanggil untuk menyuarakan aspirasi dan harapan masyarakat akan masa depan yang lebih baik. Tulisan ini mencoba mengurai problematika mendasar di daerah ini, memetakan potensi yang dapat digarap lebih optimal, dan menawarkan solusi strategis yang dapat dijadikan landasan kebijakan oleh pemerintah, baik daerah maupun pusat.

Pertama Ketimpangan Infrastruktur yang Menghambat Akselerasi Pembangunan, salahsatu hambatan utama dalam proses pembangunan Bengkulu Utara adalah kondisi infrastruktur dasar yang belum merata. Banyak wilayah pedesaan masih sulit diakses karena jalan yang rusak parah, jembatan penghubung yang belum permanen, dan fasilitas umum yang minim. Hal ini berdampak langsung pada biaya logistik yang tinggi, lambatnya mobilitas barang dan jasa, serta isolasi ekonomi desa-desa potensial.

Solusi, Pemerintah harus mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan desa, irigasi pertanian, dan jembatan penghubung.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting, termasuk pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa secara tepat sasaran dan transparan.

Penerapan sistem pengawasan berbasis partisipasi masyarakat agar pembangunan tidak hanya selesai, tetapi juga berkualitas.

Kedua Sektor Pertanian dan Perkebunan, Potensi Ekonomi Rakyat yang Terabaikan. Sebagian besar masyarakat Bengkulu Utara menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan, terutama karet, sawit, kopi, dan padi. Namun sektor ini masih terjebak dalam lingkaran masalah klasik, seperti produktivitas rendah, harga yang fluktuatif, dan minimnya akses terhadap teknologi serta pasar.

Solusinya, Modernisasi pertanian melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pelatihan bagi petani. Penguatan kelembagaan petani dalam bentuk koperasi dan BUMDes sebagai jembatan untuk pemasaran hasil tani secara kolektif dan adil. Pemerintah daerah perlu mendorong hadirnya pabrik pengolahan hasil perkebunan lokal agar nilai tambah ekonomi tetap berada di daerah.

Ketiga Segi Kelautan dan Perikanan Sektor Strategis yang Perlu Sentuhan Serius, karena kabupaten Bengkulu Utara memiliki kawasan pesisir yang kaya akan hasil laut. Namun nelayan lokal masih berjuang dengan keterbatasan alat tangkap, akses terhadap BBM bersubsidi, dan belum adanya sentra pengolahan hasil laut. Situasi ini menyebabkan nelayan tidak memiliki posisi tawar yang kuat di pasar.

Solusinya, perlu adanya Pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI) yang layak di wilayah pesisir seperti Ketahun dan Putri Hijau. Fasilitasi bantuan alat tangkap ramah lingkungan, asuransi nelayan, dan pelatihan diversifikasi produk hasil laut. Pemerintah harus menggandeng swasta untuk membangun industri kecil menengah (IKM) pengolahan ikan agar membuka lapangan kerja baru.

Ke empat Segi Pariwisata, merupakan Permata Tersembunyi yang Perlu Digali Serius, seperti Air Terjun Palak Siring, Pantai Urai, Danau Lebong Tandai, hingga situs sejarah kolonial merupakan aset wisata luar biasa yang dimiliki Bengkulu Utara. Sayangnya, belum ada strategi promosi yang kuat, dan banyak destinasi belum memiliki akses jalan memadai atau fasilitas dasar untuk wisatawan.

Solusinya, Pemkab Bengkulu Utara harus menyusun master plan pariwisata yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan desa wisata. Keterlibatan masyarakat lokal dalam manajemen wisata berbasis komunitas penting agar manfaat ekonomi langsung dirasakan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku kreatif untuk mengembangkan promosi digital dan pelatihan SDM pelaku wisata.

Ke lima segi SDM dan Pemuda merupakan Bonus Demografi yang Terancam Terabaikan. Sebagai daerah dengan jumlah pemuda yang cukup besar, Bengkulu Utara memiliki peluang besar memanfaatkan bonus demografi. Namun saat ini, banyak pemuda masih kesulitan mengakses pendidikan tinggi, minim pelatihan kerja, dan terjebak dalam pengangguran.

Solusinya, perlu dilakukan Pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) dan pusat pelatihan kewirausahaan untuk membekali pemuda dengan keterampilan praktis. Insentif bagi wirausaha muda dan pelaku UMKM pemula dalam bentuk hibah modal, pelatihan digital marketing, dan pendampingan usaha. Program beasiswa daerah dan kolaborasi dengan kampus di luar provinsi agar anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa tetap mengakses pendidikan tinggi.

Ke enam Segi Pendidikan dan Kesehatan, merupakan Hak Dasar yang Masih Sulit Dijangkau. Kondisi pendidikan dan kesehatan di Bengkulu Utara masih tertinggal dibandingkan daerah lain. Banyak sekolah kekurangan guru, dan masih ada puskesmas pembantu yang belum memiliki dokter tetap. Kondisi geografis juga menyulitkan warga di daerah terpencil untuk mengakses layanan dasar ini.

Solusinya, Pemberian insentif khusus bagi tenaga pendidik dan medis yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil. Pemerataan distribusi guru dan dokter melalui kerja sama dengan kementerian terkait dan program afirmasi ASN. Optimalisasi dana desa untuk mendukung transportasi siswa dan layanan kesehatan keliling.

Penutup, sebagai putra asli Bengkulu Utara, saya menyaksikan langsung betapa besar potensi daerah ini dan sekaligus betapa pelik tantangan yang dihadapi masyarakatnya. Pemerintah harus mulai memandang Bengkulu Utara tidak lagi dari pinggir, tetapi sebagai bagian penting dari tulang punggung pembangunan Bengkulu dan Sumatera bagian barat.

Tidak cukup hanya membangun jalan dan kantor. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang memberdayakan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Sudah saatnya potensi Bengkulu Utara digarap dengan semangat kolaboratif, profesional, dan berkelanjutan demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, dari pesisir Putri Hijau hingga pegunungan Giri Mulya.

Seperti yang pernah dikatakan Bung Karno: “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.” Kita perlu membangun mental dan fisik masyarakat Bengkulu Utara agar bangkit dari ketertinggalan menuju masa depan yang gemilang.

Editor: Redaksi.

Baca Juga

Pemdes Bajak II Benteng PHO Dan Sera terima Pembangunan infrastruktur Tahun 2025

Laporan : Anel Yadi Selasa, 20 Januari 2026 Kilas, Bengkulu Tengah – Pemerintah Desa (Pemdes) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *