Gunakan Bahasa Rejang, Imron Lepas Ratusan Burung Kehabitat Aslinya

Laporan : Aryon Siswanto

Jum’ at, 15 Maret 2019

Kilas, Bengkulu Utara Ratusan ekor burung kutilang yang di lepaskan  ke habitat aslinya. Pelepasan burung Kutilang tersebut dilakukan langaung oleh Mantan Bupati BU, Sekaligus Caleg DPRD Provinsi Bengkulu dari partai  Golkar nomor urut 1 dapil Kabupaten Bengkulu Utara – Benteng. Dr.M. Imron Rosyadi, bersama dengan anggota DPD RI H. Mohammad Saleh SE, yang juga merupak tokoh asli daerah Rejang. Pelepasan burung Kutilang ini berlangsung di lapangan terbuka di Desa Lais Kecamatan Lais pada Hari Kamis (14/3).

Mengawali pelepasan ratusan burung Kutilang ini Imron Rosyadi menyamapaikan, bawasanya dirinya sangat mencintai hewan unggas, sejenis burung. Kegemaranya memelihara unggas ini tertuang sejak ia masih menjabat sebagai Bupatai Bengkulu Utara. Dimana dirinya mengaku bahwasanya pernah memelihara burung mulai dari jeni yang terkecil sampai dengan ukuran yang paling besar, kata imron mengunakan bahasa rejang.

“Uku salah satu tun jang pencinta burung. Selamo uku menjabat sebagai Bupati Bengkulu Utara. Uku pernah meliaro burung kunei jenis di paling titik sapei di paling elai ne. “Mulai kunei burung Pricit sapei gen Burung Enggang,” kata Imron dalam Bahasa Rejang.

Dimana dalam bahasa Indonesianya yang berarti  “Saya termasuk salah seorang pencinta burung dimana semenjak saya menjabat sebagai Bupati BU masa itu saya pernah memelihara burung mulai dari jenis yang terkecil sampai degan jenis yang paling besar “Mulai dari Burung Kolibri sampai dengan jenis burung Rangkog,” kata Imron.

Lanjut Imron, berhubung banyak sekali hasil tanggkapan tukang pikat bahkan jumlahnya mencapi 500 ekor, dan posisisinya sekarang sudah tidak mampu lagi di droup oleh pembeli. Akan tetapi kami sangat mengerti akan jerih payah dan usaha para tukang pikat burung tersebut, mangkanya  saya Bersama Bapak Mohammad Soleh yang posisinya sama – sama pencinta unggas sepakat membeli seluruh burung Kutilang hasil tanggkapan para tukang pikat tersebut. Niat kami membeli burung-burung hasil tanggpan ini tidak lain tidak bukan dimana kami ingin melepas kembali kehabitat aslinya. Agar burung-burung ini bisa berkembang biak dan beranak pinak di habitat aslinya,” tutup Imron.

Editor : Redaksi

Baca Juga

Pilkada BU Ikuti Arahan Ketum, SEMAKU DI Kecamatan Siap Menagkan Mian – Arie Menuju Jilid II

Laporan : Edi Yanto Jum’at, 30 Oktober 2020 Kilas Bengkulu, Utara – Pengurus Forum Komunikasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *