GUBERNUR ROHIDIN SEGERA MEMBUAT PETANI SAWIT BAHAGIA, INI BENTUKNYA

Laporan : Edi Yanto

Senen, Juli 22, 2019

Kilas, Bengkulu – Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah,  berhasil menarik minat investasi industri minyak kelapa sawit. Di Kabupaten Seluma PT. Sudevam Ultratecgreen Indonesia berencana membangun pabrik minyak goreng dengan teknologi tercanggih. Selain target produksi dengan kapasitas 1000 ton perhari, investor asal India itu juga bakal membangun pembangkit listrik sebesar 50 MW berbahan limbah pohon sawit.

Meninjau dan Memastikan kesiapan beroperasinya pabrik tersebut, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menilik pembuatan pabrikasi mesin pengolah yang dibuat di Kumar Metal Industries.

“Hari ini kita tinjau dan lihat persiapan pembuatan mesin pengolahnya, sementara pekerjaan menurut mereka sudah mencapai 60 persen,” terang Rohidin saat di Mumbai India bersama direktur PT Sudevam Ultratecgreen Indonesia Lalit Khumar, Senin (22/7/2019).

Lanjut Rohidin, pabrik minyak goreng tersebut, nilai investasinya mencapai 4,5 Triliyun. Dengan teknologi terbaru yang bakal digunakan PT. Sudevam, dan mengolah komoditas unggulan Provinsi Bengkulu yakni kelapa sawit, dirinya berharap mampu menjadi daya ungkit peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan bagi petani.

“Investasi ini kita kawal dan kita pantau progresnya. Harapan kita pabrik tersebut lekas berdiri dan beroperasi sesuai target. Selama ini kita hanya mengeluarkan minyak mentah CPO saja. Kalau ini diolah di Provinsi Bengkulu, maka saya optimis akan berdampak positif pada sisi ekonomi, ada peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga neraca ekspor,” kata Rohidin.

Untuk diketahui, groundbreaking pabrik minyak goreng dengan merk Subur (Sudevam Bumi Rafflesia) telah dilakukan serentak dengan launching investasi pada November tahun lalu. Kawasan Industri yang akan dibangun mencapai 150 Hektare tepatnya di Desa Talang Beringin Kecamatan Semindang Alas Maras Kabupaten Seluma. Ini diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja hingga 1500 orang.

“Motivasi kami yang utama adalah membuat petani bahagia. Pabrik ini akan bisa beroperasi jika ada petaninya, bahan apapun sebagai komoditas akan tersedia jika petaninya ada. Maka, petani harus bahagia,” ujar Lalit Khumar saat grondbreaking.

Secara bertahap, operasional pabrik target produksinya 200 ton dan tahap selanjutnya 800 ton perhari. Sehingga 1000 ton perhari bisa diproduksi oleh PT Sudevam. Dirinya juga berkomitmen untuk menjadikan bahan dari wilayah sekitar.

“Kedepan kami juga berjanji agar harga sawit pada petani bisa terjaga minimal 1000 perkilo. Kalau naik, kita ikut naik kalau turun kita jaga di harga 1000,” demikian tegas Lalit Khumar.

Editor : Redaksi

Baca Juga

Selesai Di Bangun Dinas Pariwisata, Bupati Ir.H.Mian Resmikan Aikon Wisata Buatan Dalam Kota Arga Makmur

Laporan : Edi Yanto Senen, 06 Desember 2021 Kilas Bengkulu, Utara – Pihak pemerintah kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *