Proyek Irigasi Sengkuang, Papan Merek Jalan Hotmix Air Sabai-Air Pandan, Papan Merk Irigasi Sengkuang

Beberapa Mega Proyek PUPR 2017 Di Bengkulu Utara Tidak Selesai, Belum Tersentuh Hukum

Laporan : Edi Yanto

Jumat, 25 Mei 2018

Kilas Bengkulu Utara Ada beberapa paket Mega Proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) dikabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu pada tahun anggaran 2017 lalu tidak selesai dikerjakan diantaranya, Pembangunan Irigasi Sengkuang, Peningkatan Jalan Hotmix Air Sabai-Air Pandan, Pembangunan Gapura Tapal Batas Kabupaten Bengkulu Utara – Kabupaten Lebong serta Paket Pemilihan Langsung (PL) Rehab Jembatan gantung di Rena Jaya.

Ketua DPP Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Teropong Bengkulu, ROZI.HR kepada kilasbengkulu.com jumat, (25/5) menyampaikan, tidak selesainya berbagai paket proyek tahun angaran 2017 dilingkungan dinas PUPR BU, akibat tidak profesionalnya dinas PUPR dalam melakukan seleksi tender, disamping itu kurangnya pengawasan baik dari awal pekerjaan hingga adanya penambahan 50 hari oleh DPU-PR.

                                                            Rozi HR Ketua DPP LSM Teropong Bengkulu

“ Pada  saat diberikannya penambahan waktu selama 50 hari kalender oleh Dinas PUPR Bengkulu Utara, nilai kemajuan fisik salah satu proyek saat itu hanya 16% saja dan telah habis masa kontrak, PUPR tidak menghitung secara matang ketika memberi penambahan waktu pelaksanaan kepada pihak pekerja proyek, saya dengar saat Heru Susanto selaku kepala Dinas PUPR BU meberikan waktu perpanjangan pekerjaan, Heru sangat yakin jika diberikan perpanjangan waktu maka pekerjaan dapat diselesaikan, lalu apa yang bicara di media tersebut, mana tanggungjawab Heru yang menyatakan yakin akan selesai itu, ” Kesal Rozi.

Ditambahkan oleh Rozi, kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan memberikan penambahan waktu berdasarkan perpres RI Nomor 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah pasal 39 ayat (1) huruf a1 dan a2, jika dalam kesempatan 50 hari pihak pelaksana tidak bisa menyelesaikan pekerjaan maka jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka, akan diklaim serta perusahaan akan di blacklist. Namun sampai hari ini belum diketahui tindakan apa yang diberikan oleh dinas PUPR BU terhadap perusahaan yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Sesuai dengan Perpres, jika pihak pelaksana proyek tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan pemnambahan waktu 50 hari kalender tersebut maka, jaminan pelaksana, jaminan uang muka, aka diklaim serta perusahaan akan di blacklist. Namun sampai hari ini belum diketahui tindakan apa yang diberikan oleh dinas PUPR BU terhadap perusahaan yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut, ” tegas Rozi.

Kepala dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu Heru Susanto ST, pada kamis (24/5) sekitar 3 jam lamanya wartawan media ini menunggu untuk konfirmasi, namun Heru Susanto ST, masih seperti biasanya sulit untuk dijumpai, hingga berita ini diturunkan belum didapat keterangan apapun dari pihak Dinas PUPR Bengkulu Utara.

Editor : Mukhlis Effendi

Baca Juga

Rumah Warga Sumber Sari Kota Arga Makmur Hangus Terbakar Malam ini

Laporan : Aryon Suswanto Kamis, 29 Oktober 2020 Kilas Bengkulu, Utara –  Peristiwa kebakaran yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *