Prihatin, Rumah Janda Anak 1 Tidak Layak Huni Desa Genting Dabuk Benteng Belum Dapat Perhatian Pemerintah

Laporan : Anel Yadi

Sabtu, 16 Desember 2023

Kilas, Bengkulu Tengah – Kondisi rumah Lisna Wati, warga Desa Genting Dabuk
kecamatan Pematang Tiga (3) kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) provinsi Bengkulu, sangat memprihatinkan.

Kondisi rumah Lisna Wati (25Tahun), yang berukuran sekitar 3×3 meter, mengunakan matrial kayu dan papan bekas sumbangan warga lain tersebut sudah tidak layak huni, karena dindingnya terlihat banyak bolong dan lapuk dimakan rayap, hal ini diketahui saat kepala biro media kilasbengkuli.com, investigasi pada hari Sabtu (16/12/2023).

Kurang adanya perhatian pihak pemerintah provinsi dan pemerintah daerah Benteng, masalah kondisi rumah Lisna Wati, dapat seketika mengancam penghuninya, dikarenakan ambruk dimakan usia. Bahkan atap seng bekasnya pun ada yang bolong sehingga jika terjadi hujan akan mengalami kebocoran oleh derasnya air hujan.

Lisna Wati, yang pekerjaan sebagai buruh tani, belum dapat melakukan aktivitas sehari – hari, dikarenakan masih sibuk mengasuh anak semata wayangnya. Karena kondisi itu, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sangat serba kekurangan dan memprihatinkan. Sering kali orang-orang sekitar yang iba serta membantu sesuai kemampuan masing – masing melihat kondisi dan nasibnya.

Ironisnya, pemerintah provinsi Bengkulu dan pemerintah setempat terkesan tutup mata dengan kondisi rumah keluarga miskin dengan lantai papan bekas tersebut. Padahal ada beberapa program pemerintah mulai dari Pusat, Provinsi serta Daerah sendiri, yakni program bedah rumah tidak layak huni.

Sembari meneteskankan air mata Lisna Wati (25 Tahun), tidak mengerti proses maupun persyaratan mendapatkan bantuan dari pemerintah, hanya sekedar berharap suatu saat pihak pemerintah daerah atau pun Dinas terkait, bisa membantu membangun rumah yang dihuni bersama anaknya itu.

Jika hujan datang di dalam gubuk kami ini basah semua. Saya tidak mengerti proses maupun persyaratan mendapatkan bantuan dari pemerintah, hanya sekedar berharap suatu saat pihak pemerintah daerah atau pun Dinas terkait, bisa membantu memperbaiki kondisi penderitaan yang dirasakan cukup pahit dan sulit ini. Lahan tempat tinggal sekarang ini, masih numpang di lahan atau tanah orang,” kata Lisna Wati.

Rustam, warga sekirar   mejelaskan, sangat prihatin dengan tempat tinggal Lisna Wati bersama anaknya tersebut. Bahkan menurutnya dapat mengancam keselamatan nyawa orang yang berada di dalam rumah itu. Karena sewaktu-waktu bisa roboh atau ambruk, apalagi saat ini musim hujan disertai angin kencang.

Seharusnya setiap Aparat Desa, serta Pemerintah Benteng dan Provinsi Bengkulu, lebih serius memperhatikan kondisi rakyatnya yang hidup di bawah garis kemiskinan. Paling tidak memberikan bantuan program rumah tidak layak huni tepat sasaran, agar mereka bisa tinggal lebih layak. Matrial kayu dan papan bekas untuk rumah Lisna Wati, saat ini dari bekas pondok kebun saya,” tandas Rustam.

Hingga berita ini di terbitkan, belum diperoleh hak jawab Gubernur Bengkulu, maupun Bupati Benteng dan dinas terkait, besar harapan redaksi awak media ini, pihak yang bersangkutan dapat memberikan hak jawab, dalam penanganan warga miskin di daerah ini.

Editor : Redaksi.

Baca Juga

Pertengahan 2024 DPRD BU Rapat Pariurna Penyampaian LKPJ Bupati tahun 2023

Laporan : Ariyon Suswanto Senin, 20 Mei 2024 Kilas, Bengkulu Utara – Dewan Perwakilan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *