Tetesan Air Mata Warga Miskin Di Bengkulu Tengah Belum Ditanggapi Pihak Pemerintah Daerah, Ini Harapan Kades Pagar Agung

Laporan : Anel Yadi

Kamis, 16 Januari 2023

Kilas, Bengkulu Tengah – Pada era PJ Bupati Dr. Heriyandi Roni, M.Si, kembali di temukan rumah tidak layak huni, bagi warga miskin di kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) provinsi Bengkulu. Berdasarkan investigasi kepala Biro awak media ini hari kamis (16/2), rumah tidak layak huni bagi warga miskin yang belum ada perhatian pihak dinas terkait maupun pemerintah daerah setempat terletak di Desa Pagar Agung kecamatan Merigi Sakti.

Rudi Hartono, selaku Kepala desa Pagar Agung mejelaskan, pihak pemerintah desa telah berupaya semaksimal mungkin agar rumah tidak layak huni warga miskin bernama Susilawati (30 Tahun) berstatus janda 2 anak, 1 yang masih balita tersebut untuk di bantu oleh pemerintah daerah. Dengan cara mengajukan proposal bantuan bedah rumah.

Baca Jugahttps://kilasbengkulu.com/2023/02/06/tak-semudah-membalik-telapak-tangan-kata-pemkab-benteng-terkait-beda-rumah-warga-miskin-ini-penjelasan-hj-martinih/

Beberapa tahun yang lalu pihak Pemerintah Desa Pagar Agung telah mengajukan proposal bantuan bedah rumah sebanyak 20 unit ke pemerintah daerah  Benteng. Namun sangat disayangkan terjadi bencana Covid 19. Hingga sampai saat ini belum ada tangapan dari dinas terkait maupun pemkab Bentebg,” kata Kades.

Lanjut Kades, dari 20 unit yang di ajukan proposal Bedah Rumah beberapa tahun lalu, termasuk didalamnya rumah ibu Susilawati. Usai Covid-19 hingga kini belum juga di realisasikan oleh pemerintah daerah dan dinas terkait. Pemerintah Desa tentu tidak henti – hentinya untuk berupaya agar pihak pemerintah daerah biasa membantu, bedah rumah warga miskin di desa Pagar Agung, karena beberapa rumah warga sudah sangat memperihatinkan, termasuk rumah Ibu Susilawati, tersebut, tandasnya.

Susilawati (30 Tahun), yang sehari – hari bekerja sebagai buruh tani, berhatap kepada pemerintah daerah Benteng dan dinas terkait, bisa membantu program bedah rumah.

Saya sehari – hari bekerja sebagi buruh tani, tentu tidak mampu memperbaiki rumah atau pondok kami ini. Untuk makan dua anak saja, kadang – kadang tidak tercukupi. Jujur rumah atau pondok ini, tidak layak di huni lagi, namun kami tidak punya pilihan karena tidak mempunyai tempat tinggal yang lain. Maka jika hari hujan, kami mengungsi sementara ke rumah tetangga karena atap-atap rumahnya banyak yang sudah bocor,” ungkap  Susilawati sembari meneteskan air matanya.

Editor : Redaksi.

Baca Juga

Pertengahan 2024 DPRD BU Rapat Pariurna Penyampaian LKPJ Bupati tahun 2023

Laporan : Ariyon Suswanto Senin, 20 Mei 2024 Kilas, Bengkulu Utara – Dewan Perwakilan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *