Ini Bentuk Respon Ketua DPRD Lebong Terkait Laporan Masyarakat Bendungan Irigasi Jebol Di Desa Karang Dapo Bawah

Laporan : Edwar Mulfen

Rabu,17 Agustus 2022

Kilas Bengkulu, Lebong – Ketua DPRD kabupaten Lebong provinsi Bengkulu, Carles Ronsen, merespon laporan masyarakat terkait pintu bendungan irigasi air karat (Pintu Air) di desa Karang Dapo Bawah yang ambruk (jebol-red). Sebelumnya Senin (15/8/22) pemerintah desa Karang Dapo Bawah, kecamatan Bingin Kuning, telah melayangkan surat pemberitahuan kepada Bupati lebong, Kopli Ansori nomor : 50/KDB/2007 /2022, prihal jebolnya bendungan irigasi air karat di desa Karang Dapo Bawah, mengakibatkan ratusan hektar lahan pertanian (sawah) produktif tidak dapat mengikuti program MT-2 lantaran tidak memperoleh air karena jebolnya bendungan tersebut.

Pantauan biro media ini, tampak hadir mendampingi ketua DPRD Lebong, Carles Ronsen, saat meninjau ke lokasi bendungan tersebut diantaranya, Camat Bingin Kuning, kepala desa Karang Dapo Bawah beserta perangkat, pihak PUPR-P Lebong dan dua orang supir/ajudan ketua DPRD lebong, pada hari Rabu (17/08/2022).

Ketua DPRD kabupaten Lebong, Carles Ronsen, dikonfirmasi, dilokasi irigai mengatakan, berdasarkan surat pemberitahuan pemerintah desa Karang Dapo dan masyarakat, dampak jebolnya irigasi ini mengakibatkan ratusan bahkan mungkin ribuhan hektar lahan pertanian (sawah) produktif tidak dapat dikelolah secara maksimal, untuk mengetahui kendala atau kesulitan apa yang dihadapi masyarakat harus kita respon dengan cepat dan perlu dilakukan pengecekan secara langsung untuk ditangani dengan tepat, cepat.

Setelah kita lakukan pengecekan dari hulu hingga hilir pengunaan  Irigasi air karat bukan hanya desa Karang Dapo saja yang terdampak atas jebolnya bendungan tersebut. Ternyata desa – desa lain sepanjang arus irigasi ini juga ikut terkena dampaknya, bahkan kecamatan Lebong Sakti dan Lebong Tengah juga sebagian lahan persawahannya bergantung dari irigasi ini,” ujar carles

Lanjut Carles, berdasarkan hasil investigasi pihaknya, telah menghubungi pihak-pihak terkait (OPD teknis-red) agar dapat menindak lanjuti, bahkan kita mintak kepada pak Camat Bingin Kuning untuk segera mengajukan proposal kepada OPD terkait yang langsung diamini oleh  camat saat mendampingi ketua DPRD kabupaten Lebong dilokasi.

Sementara camat Bingin kuning, Karter jaya menyampaikan, siap menindak lanjuti instruksi dari ketua DPRD kabupaten Lebong, Carles Ronsen dalam waktu dekat memastikan akan segera mengajukan proposal, mengingat kerusakan atau jebolnya bendungan irigasi air karat ini bukan hanya dipintu air ini saja sehingga berdampak pada ratusan hektar lahan pertanian diwilayahnya terancam tidak dapat dioptimalkan sebagai lahan pertanian (sawah), bahkan mengancam sampai kecamatan Lebong Sakti dan kecamatan Lebong Tengah.

Dampak dari jebolnya bendungan atau pintu air ini, bukan hanya dirasakan oleh para petani diwilayah kecamatan kami, bahkan berdampak sampai kecamatan Lebong sakti dan kecamatan Lebong tengah,” jelas camat Bingin kuning, Karter Jaya.

Tidak jauh berbeda disampaikan kades Karang Dapo, jebolnya bendungan air karat atau pintu air di desanya, akibat tertimbun saluran irigasi dampak dari material PGE beberapa tahun lalu yang mengalami longsor (abrasi-red) sehingga membuat irigasi tersebut mengalami kedangkalan.

Dampak jebolnya bendungan ini, puluhan hektar lahan pertanian (sawah) produktif milik warga tidak dapat dialiri air sehingga program prioritas pemkab Lebong untuk turun tanam dua kali dalam satu tahun (MT-2) tidak dapat di ikuti, bahkan bukan hanya lahan milik warga saja yang terkena dampak sepanjang arus irigasi ini bisa dipastikan tidak dapat maksimal mengelola lahan persawahan karena kekurangan air,” ungkap kades

Lanjut kades, bendungan atau pintu air ini, merupakan alira irigasinya sampai ke kecamatan Lebong Sakti dan Kecamatan Lebong Tengah, artinya berdampak pada ratusan bahka mungkin ribuan hektar lahan pertanian (sawah) yang mengalami kekeringan akibat jebolnya bendungan atau pintu air tersebut.

Mewakili warga, harapan kami, perbaikan pintu dan Irigasi ini, dapat menjadi perhatian khusus skala prioritas sebelum masuk musim tanam serentak tahun ini, sebagai mana atensi ketua DPRD kabupaten Lebong, Carles Ronsen, yang telah merespon dan meninjau secara langsung kelokasi pada hari rabu (17/8) ini. Kami pemerintah desa dan masyarakat mengucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya terhadap ketua DPRD Lenong, beserta pihak – pihak terkait yang telah mengunjungi secara langsung Irigasi yang rusak, menjadi kebutuhan warga dalam mengelola lahan persawahannya tersebut,” tandas kades

Editor : Redaksi.

Baca Juga

Pertengahan 2024 DPRD BU Rapat Pariurna Penyampaian LKPJ Bupati tahun 2023

Laporan : Ariyon Suswanto Senin, 20 Mei 2024 Kilas, Bengkulu Utara – Dewan Perwakilan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *