Perduli Kesehatan Masyarakat, Perindagkop-UKM Lebong Pada Bulan Ramadan 1443 H Ini Akan Sidak Pasar Takjil

Laporan : Edwar Mulfen

Selasa, 05 April 2022

Kilas Bengkulu, Lebong – Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop-UKM), dalam waktu dekat rencananya akan melakukan sidak ke seluruh pasar takjil pada bulan Ramadhan 1443 H ini, hal itu dilakukan demi memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh konsumen atau masyarakat yang diperoleh dari sejumlah pasar takjil terjamin disisi kesehatannya, Rencana ini disampaikan Plt Kepala Dinas, Iwan Jang Jaya, diruang kerjanya (05/04/2022).

Rencana sidak ini, bertujuan mensterilkan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh masyarakat dalam menu berbuka puasa saat dibeli atau diperoleh dari sejumlah pasar takjil selama bulan suci Ramadhan 1443 H ini. Tim kami akan turun ke pasar takjil dan akan mengambil sample makanan yang dijual oleh para pedagang. Kemudian sample tersebut akan kami periksa bersama tim melalui peralatan uji sample, untuk memastikan, sehat serta aman di kosumsi,” ujar Iwan pada awak.

Baca Jugahttps://kilasbengkulu.com/2022/04/04/era-bupati-kopli-melalui-dinas-perindagkop-ukm-lebong-akan-gelar-pasar-murah-bulan-ramadhan-1443-h-berikut-sasarannya/

Lanjut Kadis, jika hasil sidak tim nantinya, ada makanan dan minuman yang terindikasi mengandung bahan berbahaya, seperti pengawet dan pewarna makanan yang dapat membahayakan kesehatan. Pihaknya akan cepat merekomendasikan ke BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Provinsi Bengkulu.

Jika ada yang terindikasi, kami akan segera laporkan ke BPOM secara langsung. Sebab Disperindagkop-UKM Kabupaten Lebong hanya sebatas pemeriksaan awal saja, tindak lanjutnya urusan balai BPOM. Makanan dan minuman yang sering terungkap menggunakan bahan pengawet yaitu bakso dan cendol,” tandasnya.

Editor :. Redaksi.

Baca Juga

Ini Fakta Keberhasilan Program Ketahanan Pangan Desa Kebun Lebar Era Tahudin

Laporn : Anel Yadi Kamis 13 Juni 2024 Kilas, Bengkulu Tengah – Program ketahanan pangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *