Ini Bentuk Gerak Cepat DPRD Dan Pemkab Lebong, Terkait Bendungan Sabo Yang Jebol

Laporan : Edwar Mulfen

Jum’at, 04 Februari 2022

Kilas Bengkulu, Lebong – Kolaborasi eksekutif dan legislatif Lebong patut diacungi jempol, pasalnya dua lembaga ini terus berbenah demi mewujudkan masyarakat Lebong yang bahagia dan sejahtera. Salahsatu contohnya, dengan mendapat informasi bahwa ada bendungan sabo yang jebol Wabup bersama anggota DPRD Lebong, TNI, Kepolisian dan Tim langsung turun kelapangan, meninjau lokasi untuk memastikan kondisi persawahan dan perkebunan warga sekitar.

Wakil Bupati Lebong, Drs. Fahrurrozi, M. Pd, dikonfirmasi biro media ini pasca sidak untuk melihat kondisi sawah warga secara langsung akibat dari Jebolnya bendungan sabo tepatnya di Desa Bungin, kecamatan Bingin kuning, kabupaten Lebong, provinsi Bengkulu yang berpotensi mengancam petani gagal panen, Kamis (03/02/22).

“Jebolnya bendungan sabo di Desa Bungin, dalam waktu dekat harus segera diperbaiki, ditanggulangi untuk normaslisanya, mengingat aliaran sungai air kotok ini mengandung kadar belerang yang bisa menghambat pertumbuhan tanaman padi bahkan bisa membunuh tanaman padi milik petani sehingga berpotensi membuat petani merugi bahkan gagal panen. Untuk itu sesegera mungkin bendungan ini harus ditanggulangi untuk normalisasinya meskipun tidak permanen yang jelas kita upayakan aliran sungai air kotok yang mengandung kadar belerang ini tidak masuk ke areal persawahan milik petani, dengan demikian kita berharap nantinya petani kita dapat panen dengan hasil yang memuaskan,” tutup Wabup.

Terpisah melalui sambungan seluler Pip Haryono, selaku anggota DPRD lebong yang ikut turun ke lapangan untuk meninjau dan melihat secara langsung kondisi bendungan sabo yang jebol menyampaikan, masalah ini sangat urgen dan harus segera ditanggulangi untuk normalisasinya, mengingat aliran sungai air kotok ini mengandung kadar belerang, berpasir serta berbatuan sehingga berpotensi merusak lahan persawahan dan perkebunan milik petani jika hal ini tidak segera diatasi tidak menutup kemungkinan ratusan hektar persawahan milik masyarakat akan tercemar oleh luapan air belerang.

” Saya berharap seyogyanya, di Dinas badan penanggulangan bencana daerah(BPBD) Lebong, ada alat berat yang STANBY misalnya excavator sehingga problem seperti ini dapat segera diatasi apa lagi yang sifatnya urgen, karena selama ini kita selalu bergantung kepada pihak perusahan seperti PGE atau pihak ketiga dalam menanggulangi bencana alam seperti longsor maupun bencana alam lainya, semoga hal ini menjadi perhatian kita bersama kedepan,” tutupnya.

Sementara itu badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Lebong, melalui Kabid pencegahan dan kesiap siagaan, Hendra, S.sos, Mengatakan sesuai printah Bupati dan Wakil Bupati Lebong, untuk segera mengupayakan penanggulangan jebolnya dibendungan sabo, guna mengantisipasi banjir atau luapan air belerang masuk ke real persawahan atau perkebunan milik masyarakat. Insyaallah besok kita sudah action, untuk alat berat kita dibantu dari PGE, demikian Hendra.

Editor : Redaksi.

Baca Juga

Pandangan Fraksi DPRD BU RPJPD Tahun 2025-2025 Syah Menjadi Perda

Laporan : Aryon Suswanto Selasa, 02 Juli 2024 Kilas, Bengkulu Utara – DPRD kabupaten Bengkulu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *