Stok Obat RSUD Kaur Kosong Pasien BPJS Beli Dari Luar, Ini Kata Direktur Dan Keluarga Pasien

Laporan : Tasman. P

Jum’at, 13 Juli 2021

Kilas Bengkulu, Kaur – Jaminan kesehatan sangat dipioritaskan oleh pemerintah pusat salah satunya mengeluarkan kartu indonesia sehat (KIS) yang lebih di kenal oleh masyarakat Indonesia pada umunya yaitu BPJS Kesehatan. Situasi yang kurang baik di tengah Pandemi Covid-19 dirasakan oleh masyarakat kabupaten Kaur provinsi Bengkulu, akibat kekosongan stok obat di rumah sakit umum daerah (RSUD). Sehingga keluarga pasien, penggunaan BPJS terpaksa membeli obat yang ada diluar.

Banyaknya Keluhan pasien yang berobat ke rumah sakit berpelat merah di kabupaten Kaur tersebut, beberapa hari belakangan ini. Bahkan sudah ada pasien merogok uang sebab harus membeli obat di luar sekalipun terdaftar sebagai pasien BPJS.

Seperti yang diutarakan Bobi suami dari pasien atas nama Meta, dari Desa Kasuk Baru kecamatan Tetap, yang mengalami kesulitan untuk mencari obat isterinya, yang sedang menjalani persiapan operasi melahirkan di RSUD Kaur. Meskipun terdaftar sebagai pasien BPJS.

“Walaupun kami memiliki kartu BPJS, obat yang dibutuhkan resep dokter dibeli di apotek luar. Alasan dari petugas apotek rumah sakit umum, tidak ada stok obat, yang diperlukan,” ujar Bobi, saat dijumpai di depan RSUD Kaur (13/8/2021)

Lanjut Bobi, sangat disayangi pihak apotek RSUD Kaur, di tengah Covid-19 ini, masih belum bisa menangulangi berbagai jenis obat-obatan yang di butuhkan masyarat. Diharapkan kedepannya pihak pemerintah daerah dan RSUD Kaur lebih memperhatikan obat – obatan yang dibutuhkan masyarakat baik pengguna BPJS maupun yang lainnya, Agar kejadian serupa ini tidak terulang kembali, harapnya.

Sementara direktur RSUD Kaur, Dr Leppi, mengakui ditengah bencana Pandemi Covid-19 ini, ada beberapa jenis stok obat mengalami kekosongan saat ini, alasannya sedang dalam pengiriman.

“Masalah obat memang untuk sebagian ada yang kosong karena sedang dalam pengiriman. RSUD Kaur, baru berbenah untuk belanja obat dikarenakan masih banyak tagihan (tungakan) yang belum terbayarkan akibatnya, pihak perusahaan besar farmasi masih mengunci untuk pemesanan pihak kita. Tapi saat ini sudah dilakukan pembenahan secara berlahan – lahan untuk ketersediaan obat, kedepannya insaallah bisa terpenuhi,” Pungkas Dr. Leppi, selaku direktur RSUD Kaur.

Editor : Redaksi.

Baca Juga

Waktu Dekat Ini Bupati Mian Targetkan  30.000 Dosis Vaksinasi Bisa Tercapai, Disini Perdananya

Laporan : Edi Yanto Jum’at,  24 September 2021 Kilas Bengkulu, Utara – Pihak pemerintah Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *