Warga Didampingi 4 Kepala Desa Geruduk Kantor PT. Ciptamas Bumi Selaras Kaur, Ini Penyebabnya

Laporan : Tasman. P

Senin 21 Juni 2021

Kilas Bengkulu, Kaur – Akibat dugaan Kisruh pemberhentian karyawan lokal oleh Perusahan perkebunan sawit, milik PT Ciptamas Bumi Selaras (CBS) di kabupaten Kaur. Puluhan mantan karyawan bersama 4 kepala desa geruduk kantor milik PT. CBS di Desa Padang Hangat Kecamatan Kaur Tengah sekitar pukul 8 : 00, WiB, senin (21 Juni 2021).

Kedatangan mantan pekerja PT. CBS bersama 4 kepala desa Ini, untuk mempertanyakan penyebab utama di keluarkannya Surat pemutusan hubungan kerja (PHK) beberapa karyawan lokal yang dilakukan pihak perusahaan PT CBS tersebut. Hadir pula dalam pertenuan ini pihak polres Kaur yang di wakili tim Kapolsek Kaur Tengah, Tim Koramil Kaur Tengah Dan Intelkam Polres Kaur, serta beberapa pihak lainnya.

Salahsatu mantan Karyawan PT CBS, yang diketahui bernama Ermansyah, menjelaskan terhadap awak media ini, pihaknya bukan tidak menerima pemberhentian atau dikeluarkannya Surat pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan pihak perusahaan PT CBS tersebut. Namun kami menilai pihak PT CBS tidak komitmen dengan janji sebelumnya, untuk membina dan mengutamakan karyawan atau pekerja lokal.

“Kami bukan tidak terima diberhentikan Namun Pihak PT CBS Tidak Komitmen dengan Janji untuk mengutamakan para pekerja lokal. Perjanjian tersebut sudah dari awal sebelum PT CBS ini Menghasilkan diwilayah kabupaten Kaur. Faktanya sekarang karyawan lokal  Milik PT CBS, Saat Ini Sudah Di Berhentikan,” jelas
Ermansyah.

Beberapa Kepala Desa yang mendampingi mantan karyawan PT BSC yang diberhentikan tersebut diantaranya,.Kepala Desa Kepahyang Ismail Kahar, KepalaDesa Babat Satria, Kepala Desa Tanjung Aggung Nopizer, Kepala Desa Tanjung Dalam Marzukki.

“Kami selaku kepala desa menolak keras yang dilakukan PT. BSC, yang memberhentikan karyawan lokal membutuhkan pekerjaan tersebut. Perlu di ketahui semua pihak lahan yang di miliki PT. BSC terluas terletak di kecamatan Tetap. Sebelum ada titik terang permasalahan ini dari pihak perusahan, tidak menutup kemungkinan warga akan Menutup Akses Jalan menuju PT. BSC nantinya,” jelas kades.

Lanjut Satria Kepala Desa Babat, dan Nopizer Kepala Desa Tanjung Aggung, pihaknya merasa kecewa terhadap perilaku oknum PT BSC, yang kurang adanya respon terhadap keluhan masyarakat selama ini. Termasuk saat terjadi bencana banjir bandang yang melanda beberapa desa sebelumnya, padahal Penyebab Utama  Banjir tersebut kuat dugaan ulah keberadaan PT Ciptamas Bumi Selaras (CBS) yang telah membuka lahan secara besar – besaran di wilayah ini, Tutup kedua kepala desa ini.

Herman, selaku perwakilan PT CBS dalam pertemuan tersebut, mengatakan, dengan beberapa kepala desa dan warga yang hadir, setiap keputusan yang diambil merupakan perintah dari atasan atau pimpinan pusat.

“Saya Akan kirimkan data terlebih dahulu ke kantor pusat, Terkait keluhan warga mengenai pemberhentian karyawan tersebut. Apapun keputusan atau intruksi dari pimpinan pusat, akan kita tindaklankuti,”  kata Hermann.

Editor : Redaksi.

Baca Juga

DPRD Bengkulu Selatan Panggil Panitia Pilkades Kabupaten, Keluarkan Dua Rekomendasi

Laporan : Erwan Mursidi Selasa, 27 Juli 2021 Kilas Bengkulu, Selatan – DPRD Kabupaten Bengkulu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *