Laporan : Edi Yanto
Rabu, 19 Mei 2021.
Kilas Bengkulu, Utara – Berawal adanya fakta menujukkan ke arah dugaan bahwa oknum ustad AS asal Desa Kertapati Kadun 1 Kecamatan Air Besi kabupaten Bengkulu Utara provinsi Bengkulu, sudah beberapa kali melakukan hubungan badan terhadap CDK, sebelum melaporkan yang bersangkutan dengan Ayahnya UJ, tuduhan kasus pemerasan atau perampasan ke pihak APH.
Dapat disimak pengakuan sumber media ini beberapa waktu lalu, diantaranya Kalman warga Desa Gunung Agung, Kapolsek Air Besi IPTU Aljum Fitri, SH,MT, Bahwa oknum ustad telah mengakui sudah berhubungan badan atas dasar suka sama suka. Kini mulai di soroti dan di investigasi pihak lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) dari Jakarta.
Baca Juga : https://kilasbengkulu.com/2021/05/02/oknum-ustad-as-manusia-tidak-tau-berterimakasih-kata-kapolsek-air-besi-begini-cerita-sebenarnya/
Baca Juga : https://kilasbengkulu.com/2021/05/03/oknum-ustad-as-diduga-gauli-cdk-jaminannya-hp-laporkan-ke-aph-kasus-pemerasan-dan-perampasan-ini-kata-kalman/
Kedatangan pihak LPSK dari jakarta ini di ketahui berdasarkan keterangan
pengacara, CDK dan UJ, yaitu, Julisti Anwar, S.H, pada hari rabu (19/05/2021).
“Pagi tadi kami kedatangan tamu dari jakarta, yaitu teman – teman Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Tujuan teman – teman tersebut, untuk berkoordinasi atau Investigasi terkait kasus yang disangkakan ke klien kami CDK dan UJ. Tim tersebut turun untuk mengali Informasi, data, keterangan dan bukti, sebagai pendanping CDK dan UJ, sebagai tersangka terkait tuduhan pemerasan atau perampasan yang dituduhkan oknum ustad AS,” kata Julisti Anwar, S.H,
Lanjut Julisti Anwar, S.H, Hasil koordinasi dengan pihak LPSK dari jakarta, dalam waktu dekat ini, lebih fokus lagi membantu pengembangan proses pelaporan CDK sebagai korban persetubuhan dengan cara penyekapan yang diduga dilakukan oknum Ustad AS,” tutupnya.
Editor : Redaksi.