Warga Miskin Sakit Tumor Semakin Memburuk  Di Mukomuko, Dinsos Era Saroni Belum Peduli

Laporan : Varhan, SQ.

Sabtu, 30 Januari 2021

Kilas Bengkulu, Mukomuko –  Sebelumnya pemerintah daerah kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, melalui dinas Sosial yang dipimpin kepala dinas Saroni, SH, menjelaskan terhadap media ini (29/01), bahwa Dinas Sosial Mukomuko tidak memiliki mata anggaran biaya bagi warga miskin untuk berobat. Namun anggaran untuk warga miskin memang ada di Dinas Sosial (dinsos), itupun belum pastikan dapat diberikan terhadap keluarga Sukani dan Painem, karena terlebih dahulu harus membuat surat keterangan tidak mampu dari desa ataupun kelurahan setempat.

Dinas Sosial Mukomuko pada era kepala Dinas Saroni, SH,  Belum juga ada kepedulian hingga kini, namun sempat mengatakan, kemungkinan pada hari Selasa atau Rabu ini, dari pihak dinsos setempat akan mengunjungi kediaman keluarga pak Sukani untuk mengetahui kondisi penyakit Tumor yang dialami Painem tersebut.

Baca Juga : https://kilasbengkulu.com/2021/01/29/ini-hak-jawab-dinas-sosial-era-saroni-terkait-warga-miskin-sakit-tumor-ganas-di-mukomuko-tidak-ada-biaya-berobat/

Diduga Rumitnya birokrasi untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah Mukomuko, yang tidak ada upaya cepat melakukan penanganan terlebih dahulu terhadap warga miskin seperti yang dialami keluarga Sukani dan Painem, pihak media ini kembali mencoba konfirmasi sekaligus melihat kondisi terkini Painem yang sedang berbaring menahan rasa sakit di kediamannya terletak di Kelurahan Koto Jaya kecamatan Kota Mukomuko.

Sukani selaku suami Painem menyambut dengan baik kedatangan pihak media ini, mengatakan, keadaan isterinya semakin hari semakin memburuk, ditambah lagi selama tiga hari ini sudah tidak mau makan lagi.

“Semakin hari keadaan isteri saya (Painem red), semakin memburuk, selama tiga hari ini sudah tidak mau makan lagi. Saat ini keluarga kami hanya bisa berdo’a agar penyakitnya bisa di sembuhkan, apapun yang bakal terjadi kedepanya kami sudah pasrah. Sebagai petani yang numpang di tanah orang yang memiliki 3 anak bekerja sebagai serabutan dan ngumpul brondol – brondol sawit, kini kami tidak bisa berbuat banyak,” jelas Sukani sembari tertunduk.

Editor : Redaksi.

Baca Juga

Kapolres Kaur Coffe Morning Bersama Wartawan, Ini Penjelasannya

Laporan : Tasman. P Jum’at, 18 Juni 2021 Kilas Bengkulu, Kaur – Kapolres kabupaten Kaur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *