Pemerintah Mukomuko Diduga Tidak Peduli Warga Miskin, 5 Tahun Penyakit Tumor Belum Ada Bantuan, Perlu Uluran Tangan Pihak Dermawan

Laporan : VARHAN, SQ.

Kamin, 28 Januari 2021

Kilas Bengkulu, Mukomuko – Salah satu warga masyarat di kelurahan koto jaya kecamatan kota Mukomuko Kabupaten Mukomuko provinsi bengkulu, diketahui bernama Painem yang berumur lebih kurang (56 tahun) sudah hampir 5 tahun mengalami penyakit tumor ganas di telinga belakang bagian kanan.

Sukani (69 tahun), sebagai suami Painem, sehari -hari berprofesi sebagai petani, menjelaskan terhadap biro media ini, bahwa isteri nya mengalami sakit tumor ganas sudah semenjak 5 tahun belakang ini, hal ini disampaikan nya pada hari Kamis (28/01/2021).

“Faktor ekonomi saya kesulitan untuk mengobati tumor ganas yang di alami isteri saya tersebut. Masalah ini sudah pernah dilapor dan disampaikan terhadap pihak Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, namun tidak direspon hingga saat ini. Sejak Covid-19 melanda, prekonomi kami semakin sulit bahkan keluarga kami belum pernah mendapat kan bantuan dari pemerintah maupun dari dinas sosial. Saya selalu berdo’a agar isteri saya dapat dan cepat sembuh dari penyakit tumor ganas tersebut serta keluarga saya sehat semua,” jelas Sukani.

Lanjut Sukani, ia memiliki 3 orang anak semuanya laki – laki, 2 orang sudah berkeluarga namun prekonomi nya juga belum memadai (susah), sehingga tidak dapat membatu untuk mengobati penyakit ibu nya. Sehari – hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga pengakuan (Sukani red), ia memelihara tanah orang lain, yang terletak dibelakang rumahnya, numpang bercocok tanam sayur-sayuran.

“Saya memiliki 3 orang anak 2 sudah berkeluarga tapi ekonomi nya juga masih susah. Sempat saya mencoba membawa isteri saya berangkat ke salah satu rumah sakit di kota Bengkulu, untuk melakukan pengobatan, menurut dokter di rumah sakit tersebut isteri saya harus segera dioperasi. Pada saat itu kami memang membawa kartu BPJS dan uang sebanyak Rp. 3 juta, tapi pihak kami terlebih dahulu  di suruh rapid test Covid-19, dengan ketentuan menunggu selama 12 hari, habis itu di suruh menunggu lagi selama 8 hari baru bisa di test Swab. Karena pihak kami tidak memiliki uang lagi maka isteri saya di bawak pulang kembali ke Mukomuko sebelum di operasi penyakit tumornya. Jika ada uluran tangan pihak Dermawan yang memiliki rezeki lebih untuk membantu pelaksanaan pengobatan operasi tumor isteri saya, kami sangat berterima kasih sekali,” tutup Sukani.

Berusaha untuk di konfirmasi, hingga berita ini di terbitkan belum diperoleh hak jawab pihak pemerintah daerah kabupaten Mukomuko maupun dinas Sosial terkait.

Editor : Redaksi.

Baca Juga

Transaksi Ratusan Juta Per Hari Masyarakat Taba Tembilang Usulkan Pembagunan Jalan Pengembangan Kota Arga Makmur

Laporan : Edi Yanto Sabtu, 27 November 2021 Kilas Bengkulu, Utara – Masyarakat Desa Taba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *