Nur Imansyah : Ini Kendala Penertiban Parkir Liar Jalan Dwi Guna – Karang Suci Dan Kios Terminal

Laporan : Riki Setiawan

Senen, 25 Januari 2020

Kilas Bengkulu, Utara – Dipertanyakan pihak media ini secara ekslusif terhadap
PLT Kepala dinas Perhubungan (Dishub) Kabupabaten Bengukulu Utara (BU) provinsi Bengkulu, Nur Imansyah, terkait alasan belum melakukan penertiban kios – kios liar para pedagang kaki lima (PKL) di terminal kota Arga Makmur dan kurang adanya upaya keseriusan pihak terkait untuk menertibkan parkir liar yang dapat mengganggu kendaraan lain yang sering melintas di sepanjang jalan simpang Dwi Guna hingga depan toko Pono Jaya Karang Suci.

Nur Imansyah, selaku PLT Kepala dinas Perhubungan (Dishub) BU, mengatakan, sulitnya melakukan penertiban di karena memerlukan keterlibatan berbagai pihak, sesuai dengan wewenang nya masing-masing. Hal ini disampaikannya, di ruang kerjanya pada Senen (25/01/2021).

“Jika kita ingin menertibkan berbagai hal tentu harus melibatkan pihak lain sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing. Terkait belum dilaksanakannya penertiban kios – kios liar para pedagang kaki lima (PKL) di terminal kota Arga Makmur, yang menyebabkan fungsi dan keindahan terminal itu terganggu, dikarenakan masih dalam proses sosialisasi, jika sosialisasi tidak di indahkan para pedang, maka sudah dipastikan akan kita tertibkan selambat – lambatnya pada bulan Maret akan datang,” jelas Nur Imansyah.

Saat ditanya, apa kendala pihak Dishub BU, dalam menertibkan parkir liar, yang sering terjadi mengganggu para pengendara lain, mulai dari simpang Dwi Guna hingga simpang Toko Pono jaya Karang Suci, PLT Kepala dinas Perhubungan (Dishub) BU, Nur Imansyah, mengatakan, penyebab utamanya, ada dugaan para memilik toko banyak melakukan penambahan bagunan liar, yang sudah tidak sesuai dengan izin mendirikan bangunan (IMB), yang dikeluarkan pihak terkait sebelumnya.

“Terkait banyaknya parkir liar mulai dari simpang Dwi Guna hingga simpang Toko Pono Jaya Karang Suci, sering mengganggu para pengendara lainnya, disebabkan sepadan jalan yang sudah berkurang atau jadi sempit akibat sudah banyak toko – toko menambah bagunan liar yang tidak sesuai lagi dengan IMB. Untuk menertibkan ini tentu harus melibatkan semua unsur, seperti Lurah setempat, camat, pihak PUPR yang mengeluarkan IMB, Satpol PP selaku pelaksana Perda, baru bisa pihak Dishub melakukan penertiban parkir dengan baik sehingga kendaraan lain yang melintas tidak merasa terganggu lagi. Disamping itu seharusnya pihak toko dalam membangun, awalnya telah menyiapkan lahan parkir di tempat tokonya masing-masing, sehingga orang  membawa kendaran yang mau berbelanja, maupun mengantarkan barang tidak memarkirkan kendaraannya di jalan umum, atau tepat sembarangan,” tutup Nur Imansyah.

Editor : Redaksi.

Baca Juga

Transaksi Ratusan Juta Per Hari Masyarakat Taba Tembilang Usulkan Pembagunan Jalan Pengembangan Kota Arga Makmur

Laporan : Edi Yanto Sabtu, 27 November 2021 Kilas Bengkulu, Utara – Masyarakat Desa Taba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *