PT. Pemenang Tender Proyek 40 Miliar Revitalisasi Gedung Asrama Haji Bengkulu Diduga Pernah Bermasalah

Laporan : Anel Yadi

Kamis, 12 November 2020

Kilas Bengkulu – Revitalisasi gedung asrama haji provinsi Bengkulu resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama titik nol pembangunan revitalisasi gedung asrama haji oleh kakanwil kemenag provinsi Bengkulu, Drs. H. Zahdi Taher, M.HI. pada hari kamis (15/10/2020).

Proyek pembangunan asrama haji ini akan dikebut oleh pihak Kemenag yang di kerjakan PT. Bahan Krida Nusantara. Bahkan pekerjaan di targetkan selesai 50 % dalam jangka waktu 83 hari, atau hingga 31 Desember 2020 mendatang. Selanjutnya revitalisasi gedung asrama haji ini dilanjutkan pada tahun 2021 mendatang.

“Pelaksanaan revitalisasi gedung asrama haji tersebut berdasarkan surat Kementerian Keuangan Nomor 178 tahun 2020, memberikan peluang bahwa bisa diberikan luncuran pada tahun 2021. Makanya kita tidak khawatir untuk memulai pelaksanaan. Bahkan kita optimis, akan diselesaikan tahun depan. Makanya pertanyaan pihak media ini, saya jawab dulu agar tidak menimbulkan tanda tanya masyarakat,” kata Zahdi.

Lanjut Drs. H. Zahdi Taher, Pengembangan asrama haji ini sendiri, menghabiskan anggaran dana sekitar 40 miliar yang berasal dari surat berharga syariah negara (SBSN) Kemenag RI. Rencananya akan dibangun 5 lantai dengan kapasitas 137 kamar. Rinciannya, dilantai 1 dilengkapi dengan 4 unit kamar VIP 2 sedangkan kamar VIP 23 kamar standar, 1 unit ruang aula, dan 1 ruang makan. Selanjutnya dilantai 2 dilengkapi dengan kapasitas 49 kamar tidur standar, kemudian dilantai 3 juga dilengakapi fasilitas 49 kamar tidur standar, serta dilantai 4 dilengkapi 10 kamar tidur standar.

“Gedung asrama haji ini bukan hanya untuk kegiatan haji, nanti bisa juga digunakan kegiatan masyarakat lainnya, seperti  kegiatan seminar dan pertemuan. Bahkan gedung ini akan di programkan untuk dikelola secara proposional. Insya Allah juga disiapkan bangunan restoran berkelas pada tahun 2021nanti,” ungkap Zahdi.

Surharyanto, Selaku Kontraktor pelaksana PT. Bahana Krida Nusantara optimis dengan jangka waktu 2,5 bulan lagi, pihaknya menargetkan progres pekerjaan sudah mencapai 50%.

“Pihak kita siap secara maksimal menjalankan pekerjaan proyek pengembangan asrama haji Bengkulu ini,” kata Surharyanto.

Sumber lain yang tidak mau ditulis namanya, terkait lelang proyek dengan sistem LPSE ada dugaan keterlibatan campur tangan pihak oknum kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu untuk memenangkan pihak kontraktor tertentu.

“Ada dugaan keterlibatan campur tangan oknum orang dalam, pada lelang revitalisasi gedung asrama haji untuk memenangkan perusahaan tertentu. Perlu di ketahui masyarakat luas perusahaan  pemenang lelang revitalisasi gedung asrama haji tersebut, yaitu PT. Bahana Krida Nusantara, pada tahun 2017 pernah bermasalah terkait pekerjaan proyek di tempat lain. Seharusnya menjadi acuan penting bagi panitia lelang dalam memenangkan perusahaan atau kontraktor yang dimaksud. Jika pernah bermasalah dalam pengerjaan proyek pembangunan yang sama, sebaiknya menjadi catatan penting panitia lelang untuk memenangkan kembali,” tegas sumber yang tidak mau namanya di tulis saat dihubungi secara terpisah.

Editor : Redaksi

Baca Juga

Gunung Selan Contoh Kecil Jika KOLOM KOSONG Menang, Tidak Perlu Janji Politik Realisasikan Pembagunan Daerah

Laporan : Edi Yanto Jum’at, 27 November 2020 Kilas Bengkulu, Utara – Terkait pilkada Bupati …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *