Afrizal : Hasil Poling Sementara KOLOM KOSONG Unggul Di Pilkada Bupati BU Lawan Petahana

Laporan : Edi Yanto

Rabu, 28 Oktober 2020

Kilas Bengkulu Utara –  Media sosial di era digital saat ini menjadi salah satu hal penting sebagai tempat komunikasi masyarakat. Selain masyarakat biasa, partai politik dan tokoh – tokoh hingga lapisan masyarakat lainnya sudah  memiliki akun pribadi dan aktif di media sosial nya masing-masing.

Fenomena interaksi sosial berbasis internet ini menandakan dunia semakin mengalami kemajuan mulai dari  perkotaan hingga ke pelosok daerah tak terkecuali Kabupaten Bengkulu Utara yang memiliki 19 kecamatan dan 220 desa/ Kelurahan, dengan total suara sah 201.218 yang disampaikan pihak KPU Beberapa waktu Lalu, kata Afrizal Karnain.

“Melalui Grup WhatsApp, Facebook dan media online paling ramai digunakan berkomunikasi saat ini, Poling Pemilihan Bupati Bengkulu Utara yang di laksanakan radar Utara, semakin ramai dibincangkan oleh warga masyarakat saat ini,” jelasnya.

Lanjut Afrizal Karnain, dalam Polling pemilihan Bupati kabupaten Bengkulu Utara, yang diluncurkan media Radar Radar Utara, di medsos Mian – Arei memperoleh : 32, 65%, sedangkan KOLOM KOSONG : 67, 65%, kendati poling tersebut terus berubah – ubah, menunjukkan pilkada pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang besar kemungkinan peluang KOLOM KOSONG memenangkan pertarungan.

“Hasil Survei atau Poling yang di lakukan Radar Utara tersebut menunjukkan, Tidak kepuasan masyarakat Bengkulu Utara, terhadap kepemimpinan Colon Pertahana sebelumnya. Walaupun poling tersebut sifatnya sementara sudah menunjukkan antusias kesadaran masyarakat untuk menjatuhkan pilihan demokrasi terhadap KOLOM KOSONG semakin besar. Jika pilkada Bupati di laksanakan hari ini, sudah jelas, KOKO bisa menag,” jelas Afrizal Karnain, yang aktif sebagai sekretaris aktivis Pengiat Korupsi (Ormas LAKI) BU.

Lebih jauh Afrizal Karnain, yang sering di panggil bang Buyung, berdasarkan pengamatannya secara pribadi di lapangan saat ini, kalau masyarakat pemilih Bengkulu Utara, tidak terpengaruh adanya dugaan politik uang dan tidak Golput, di pemilihan bupati tanggal 9 Desember 2020 mendatang, peluang KOLOM KOSONG untuk bisa Menag mutlak cukup besar. Apa lagi melihat video pernyataan warga masyarat kecamatan Lais di medsos bahwa Paslon tunggal (Mian-Arie), tidak membutuhkan suara, wilayah kecamatan setempat. Untuk memenangkan pilkada  Cukup dengan suara kecamatan Napal Putih,” tutup Bang Buyung.

Editor : Redaksi

Baca Juga

Gunung Selan Contoh Kecil Jika KOLOM KOSONG Menang, Tidak Perlu Janji Politik Realisasikan Pembagunan Daerah

Laporan : Edi Yanto Jum’at, 27 November 2020 Kilas Bengkulu, Utara – Terkait pilkada Bupati …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *