Hari Terakhir Pembahasan APBD-P BU, Terancam Gagal, Legislatif Dan Eksekutif Kembali Rapat Banggar Secara Alot

Laporan : Edi Yanto

Rabu, 30 September 2020

Kilas Bengkulu, Utara – Gagalnya beberapa kali pembahasan rapat dengar Pendapat atau hearing dalam agenda membahas rancangan pelaturan daerah kabupaten Bengkulu Utara, tentang perubahan APBD Tahun 2020, yang diduga kuat di sebabkan adanya perbedaan anggaran yang disepakati. Seperti yang di sampaikan anggota komisi DPRD BU Beberapa waktu lalu, diantaranya ada beberapa anggaran yang telah di sepakati saat Penandatanganan kesepakatan kebijakan umum perubahan anggaran (KUPA), beberapa waktu lalu, didalam pembahasan ternyata di temukan banyak perubahan atau perbedaan. Hal ini di akui pihak pemkab BU, saat di lakukan rapat bersama komisi masing-masing. Perubahan yang terjadi pada dinas instansi. Disampaikan ke komisi masing-mading sekitar satu (1) jam sebelum rapat, sehingga tidak memungkinkan pihak legislatif bisa mengoreksi dan mempelajari, data yang di berikan dalam waktu yang sesingkat itu.

Hari ini merupakan hari terakhir dalam pembahasan APBD-P, jika tidak dilanjutkan atau di bahas kembali dan di putuskan sampai dengan pukul 24.00, WIB, malam ini, maka sudah di pastikan anggaran APBD-P  Bengkulu Utara, tidak ada tahun ini, Jelas salah satu anggota dewan.

Berdasarkan hasil pantauan pihak media ini, pada hari ini Rabu (30/9), diketahui pihak legislatif dan eksekutif kabupaten Bengkulu Utara, sekitar pukul 12.15, WIB, kembali melakukan rapat badan anggaran (Banggar), yang dipimpin ketua DPRD BU Sonti Bakara, SH, didampingi Waka II, Herliyanto Hazadin, S.Ip. Dalam rapat tersebut sangat alot, bahkan salah satu anggota dewan yang di ketahui Fitra Martin, pukul meja rapat, tidak di ketahui apa penyebab hingga sampai memukul meja, karena rapat di lakukan secara tertutup, atau secara internal.

Selesai rapat, Fitra Martin mengakui keluar lebih awal karena rapat berbelit-belit. Saya pukul meja itu memang sedikit emisional pernyataan dari utusan pemkab Bengkulu Utara, yang di bahas tidak pernah menemukan titik temu, katanya.

Lanjut Fitra Martin, kita berharap anggaran yang telah di sepakati awalnya tidak lagi ada perubahan dan tumpang tindih dengan anggaran lain, jika kita benar – benar ingin anggaran daerah ini untuk umat dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu Utara, pada umumnya.

“Pihak lembaga DPRD Bengkulu Utara, tidak punya niat untuk menunda atau membatalkan pembahasan APBD-P tahun 2020 ini, namun hendaknya pihak eksekutif atau pemkab Bengkulu Utara, mempersiapkan data-data, secara riil dan jelas, untuk kepentingan kesejahteraan seluruh masyarakat Bengkulu Utara. Jangan sediakan data-data kabur atau tidak masuk akal. Di samping itu hendaknya pemkab Bengkulu Utara, untuk menghadirkan rapat – rapat seperti ini orang – orang yang dapat mengambil kebijakan atau keputusan setidak nya sekdakab BU,” tutup Fitra Martin.

Editor : Redaksi

Baca Juga

Pilkada Bengkulu Utara KOLOM KOSONG Menggema Di Lais, Menjadi Solusi Tepat Pilihan Masyarakat

Laporan : Edi Yanto Kamis, 22 Oktober 2020 Kilas Bengkulu, Utara – Ratusan relawawan tim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *