Satu Orang Korban Virus Corona Meninggal Dunia Di Bengkulu, Status Naik Zona Merah

Laporan : Edi Yanto

Selasa, 31 Maret 2020

Kilas Bengkulu – Gubernur Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah, sebelum nya mengunjungi posko perbatasan provinsi Lampung – Kabupaten Kaur Bengkulu, menyampaikan Provinsi Bengkulu Masih Zona Hijau, terhadap dampat Virus Corona (Covid-19). Terbaru mendadak Pemprov Bengkulu melalui Gubernur Rohidin mengumumkan kasus pertama positif Covid-19 yang terjadi di Provinsi Bengkulu, berakibat meninggal dunia.

Kabar buruk yang melanda Virus Corona di Bengkulu, secara langsung di Umumkan Rohidn, yang menjelaskan, satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD M.Yunus, meninggal dunia dinyatakan positif Covid-19.

Rohidin, mengatakan hasil uji laboratorium dari Palembang, yang dikirim tanggal 26 maret lalu, memakan waktu lebih kurang 4 hari tersebut, satu warga positif terjangkit corona keluar pada tadi malam, Senin (30/3/2020).

”Setelah kita melakukan upaya yang maksimal, tadi malam hasil laboratorium menyatakan, provinsi Bengkulu 1 suspect covid 19 positif corona. Dengan demian mulai hari ini Selasa (31/3) dinyatakan posisi Bengkulu berubah dari siaga menjadi darurat penanganan covid 19, yang artinya sudah masuk  merah,” Jelasnya.

Info terbaru yang beredar di media sosial Inisial NS (56 Tahun) warga Lampung Selatan yang datang ke Bengkulu dengan naik bus Putra Raflesia pada 6 maret 2020 lalu, meninggal dunia. Pasien tersebut sebelumnya dirawat di RSHD Kota Bengkulu kemudian dirujuk ke RSUD M. Yunus Bengkulu.

“Pria ini merupakan anggota jamaah tabligh yang sudah cukup lama di Bengkulu. Bahkan sudah berinteraksi dengan jemaah di Masjid Agung At Taqwa Kota Bengkulu. pada pukul 7.30 WIb, Selasa (31/3/2020) yang bersangkutan atau Inisial (NS) meninggal dunia,” kata gubernur Rohidin terhadap media.

Lanjut Gubernur, Selaku kepala daerah yang memiliki kewenangan administratif Kota Bengkulu, Wali Kota Helmi dituntut untuk segera mengambil tindakan pencegahan agar mengisolasi seluruh jemaah tablig selama 14 hari.

”Saya minta kepada pihak terkait segera mengambil tindakan pengamanan, telusuri dari awal kali almarhum datang ke Bengkulu, hingga berkumpul di masjid At Taqwa, dan bergabung serta melakukan aktifitas perjalanan ke masjid-masjid. Selanjutnya agar seluruh rekan yang pernah berinteraksi dengan almarhum untuk segera diamankan, dilakukan isolasi sesuai standar dari kementerian dan agar di pasang police line pada Masjid At Taqwa” papar Rohidin.

Gubernur meminta dilingkungan jamaah agung at taqwa harus disterilkan, maupun petugas RSHD Bengkulu, semua harus ditelusuri, sebab NS sempat dirawat di sana.

“Mengantisipasi Penyebaran Virus Covid-19, terhadap warga yang lain  telusuri, pastikan berapa orang yang pernah kontak secara langsung dengan almarhum. Lakukan isolasi, semua warga kota yang berinteraksi dengan almarhum, kesimpulannya, saya ingin memutus rantai ini, jangan sampai warga lampung ini menjadi sumber covid 19 di Provinsi Bengkulu,” tegas Gubernur.

Gubernur menghimbau, semua jamaah tablig dari luar yang masih ada di Bengkulu, harus meningalkan provinsi Bengkulu dan kembali ke alamat masing-masing untuk sementara sampai waktu yang belum dapat di tentukan. wilayah Sumatera sudah zona merah, sekali lagi tidak ada alasan, kembalilah ke alamat masing-masing, apapun status kependudukan dan kewargaannya. Untuk masyarakat Bengkulu saya himbau tidak ada lagi warga masyarakat yang berkeliaran, berdiam diri la terlebih dahulu di rumah masing-masing,” tegasnya.

Editor : Redaksi

Baca Juga

Cegah Covid-19, Giliran Era Kapolda Irjen Pol Drs. Teguh, Bantu APD Dan Penunjung Gizi Ke Petugas  Posko Perbatasan

Laporan : Edi Yanto Kamis, 28 Mei 2020 Kilas Bengkulu – Sebelum nya era Kapolda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *