DIDUGA PROYEK ERA GUBERNUR ROHIDIN LADANG KKN, KETUA DPP SNAK MARKUS MENILAI PPTK ASBUN

Laporan : Rozi, HR

Kamis,19 Desember 2019

Kilas Bengkulu Utara – Terkait salah satu Proyek Drainase dan pelapis tebing yang berasal dari Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Era Gubernur Rohidin Mersyah yang menelan dana Rp. 1.940.933.555,93, dilaksanakan CV. Raja Permata, ling Kabupaten Bengkulu Utara – Bengkulu Tengah (Benteng), di 11 titik Lokasi hanya berada di Bengkulu Utara, di duga ladang Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme(KKN) pihak tertentu, menjadi sorotan bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SNAK-MARKUS.

Baca Juga: https://kilasbengkulu.com/2019/12/17/era-gubernur-rohidin-diduga-proyek-drainase-ladang-kkn-ini-jawaban-pptk/

Sebelumnya Statement Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), Udin, tidak tahu siapa yang mengerjakan proyek Pembangunan Drainase dan pelapis tebing, kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Bengkulu, menjadi sorotan bagi Lembaga Solidaritas Nasional Anti Korupsi dan Makelar Kasus ( SNAK-MARKUS) hal tersebut di sampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah DPD-SNAK MARKUS Provinsi Bengkulu Sukardi,S.sos. kepada awak media kilas Bengkulu.com. (16/12/2019).

” Saya sangat menyayangkan kinerja DPUPR Provinsi Bengkulu, terkait pembangunan Drainase dan pelapis tebing di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, pelaksanaan proyek drainase itu seolah – olah tidak menampakkan proposionalitas di dalam pekerjaan, mulai dari material yang semrawut di sepanjang jalan, titik lokasi yang tidak jelas, pekerjaan tidak sesuai gambar dan yang lebih ironisnya PPTK di tunjuk sebagai pejabat pelaksana Teknis Kegiatan, tidak tahu siapa yang mengerjakan proyek itu, jangan – jangan proyek itu sebagai dalil untuk memperkaya diri sendiri ataupun orang lain. Saya harap PPTK jangan asal bicaralah, sekedar mengetahui pemenang tendernya saja, artinya bisa jadi PPTK tidak pernah memantau atau cek fisik di lapangan,”  Ungkap Sukardi, S.sos.

Lanjut Sukardi, salah satu contonya dari 11 titik lokasi pembangunan pelapis tebing yang berada di keluraha Kemumu BU, di duga tidak sesuai dengan gambar pekerjaan. Lebih anehnya saya baca di salah satu media online kepala Dinas DPUPR Provinsi Bengkulu, tidak tahu ada pekerjaan proyek Drainase di desa senali kecamatan kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, Ini menjadi tanda tanya apakah pekerjaan Proyek Drainase dan Pelapis tebing di 11 titik lokasi yang Menelan dana Miliaran tersebut, tidak ada perencanaan awal alias asal – asalan,”  tutup Sukardi.

Editor: Redaksi

Baca Juga

Diduga Ambisi Berkuasa Kembali Lawan KOLOM KOSONG, Mian – Arie Tunjuk Kuasa Hukum Kemenangan

Laporan : Edi Yanto Sabtu, 26 September 2020 Kilas Bengkulu, Utara – Mulai hari ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *