ERA GUBERNUR ROHIDIN DIDUGA PELAKSANAAN PROYEK DRAINASE AMBURADUL ORANG DEKAT BERMAIN PROYEK

Laporan : Rozi, HR

Senin, 16 Desember 2019.

Kilas Bengkulu Utara – Pada masa Era Gubernur Rohidin Mersyah, pesatnya pembangunan infrastruktur daerah diduga kuat tidak di imbangi kualitas dan kuantitas pekerjaan oleh oknum tertentu, hal ini dapat di lihat dari pembangunan Drainase dan pelapis tebing jalan yang ada di wilayah kabupaten Bengkulu Utara.

Berdasarkan data dan informasi yang ada di kilasbengkulu.com, paket proyek Drainase dan pelapis tebing jalan, yang di danai APBD Provinsi Tahun 2019, yang di kerjakan pada akhir tahun link Kabupaten Bengkulu Utar – KabupatenBengkulu Tengah (Benteng).

Pembangunan Drainese dan pelapis Tebing yang ada di sepanjang ruas jalan provinsi Bengkulu di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, ada 11 titik lokasi yang menelan dana miliyaran rupiah (Rp. 1.940.933.555,93) Sebagaimana yang di sampaikan oleh pekerja di lapangan, dan data yang ada di redaksi kilasbengkulu.com.

“Pak Ini paket orang dekat gubernur, inisial BI memakai CV. Raja Permata dan di dampingi TP4D” ungkap pria tersebut kepada awak media kilas Bengkulu yang tidak mau namanya ditulis
Pada investigasi kilasbengkulu.com (14/12/2019).

Kembali perkerja tersebut menjelaskan, pembangunan proyek tersebut belum dapat di terima di kalangan masyarakat sekitar wilayah pekerjaan, karena sistemnya ambaradul mulai dari penumpukan material yang ada di badan jalan sehingga mengganggu arus lalulintas, kedalaman galian drainase diduga tidak sesuai RAB, adukan semen dan pasir yang tidak mempunyai aturan atau takaran, upah tukang yang tersendat membuat pekerja engan melanjuti pekerjaan, Matrial yang seringkali terlambat masuk.

” Kami cuma kerja pak. Upah dibayar janjinya  dengan sistem kubikasi. Jujur kami tidak bisa mengejar target pekerjaan karena materialnya susah atau tersendat- sendat masuk. Khusus pekerjaan galian drainase tidak termasuk dalam perjanjian kami. Ada pihak lain yang mengerjakannya,” katanya

Berdasarkan pantauan akibat dari pembangunan proyek Drainase dan pelapis tebing dari provinsi Bengkulu tersebut, yang matrialnya tidak beraturan,
beberapa masyarakat  yang sudah mengalami kecelakaan lalulintas dan beberapa pekerja upah buruh dengan sistem upah kubikasi, mengeluh.

Di lain sisi, pantauan  media online kilasbengkulu.com, pekerjaan proyek tersebut, terkesan asal jadi ( Amburadul ) karena di beberapa titik lokasi pekerjaan proyek Drainase dan pelapis tebing yang di kerjakan oleh CV. Raja Permata banyak sekali mendapat keluhan, mulai dari masyarakat sampai ke pekerja lapangan.

Sementara pihak perusahaan, dinas PUPR Provinsi Bengkulu, dan yang diduga orang dekat gubernur Rohidin Mersyah, hingga berita ini di terbitkan belum bisa di hubungi, sehingga hak jawabnya belum dapat kami tulis, sementara PPTK proyek di hubungi belum juga memberikan jawaban. besar harapan kami pihak redaksi media online kilasbengkulu.com,  yang bersangkutan dapat memberikan hak jawabnya kedapan ini.

Editor: Redaksi

Baca Juga

Ketua DPC Partai Gerindra BU, Ucapkan Selamat Atas Diangkatnya Susi Marleny Bachsin Jadi Pengurus DPP

Laporan : Edi Yanto  Minggu,20 September 2020 Kilas Bengkulu Utara – Partai Gerindra telah mengumumkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *