WALIKOTA BENGKULU SEPAKAT PROGRAM GUBERNUR, TERKAIT MONUMEN IBU FATMAWATI

Laporan : Edi Yanto

Senen, 30 September 2019

Kilas, Bengkulu – Walikota Bengkulu Helmi Hasan, Sependapat dan mendukung pembangunan Monumen Ibu Fatmawati, Rencananya patung akan diposisikan di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu menggantikan Patung Kuda.

Dukungan ini dapat dilihat dari surat balasan Walikota Bengkulu, yang ditujukan ke Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah dengan Nomor 600/184/B.VII yang Bersifat Penting.

Dalam surat tersebut Walikota Bengkulu menegaskan bahwa pihak Pemerintah Kota Bengkulu mendukung Pembangunan Monumen Ibu Fatmawati serta menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan gubernur mengenai lokasi penempatan monumen tersebut.

Menindaklanjuti Surat Gubernur nomor 640/071/Dinsos.I/2019 tanggal 07 Februari 2019 Perihal Pemindahan Patung Kuda dan Pembangunan Monumen Ibu Agung Fatmawati di Simpang Lima Kota Bengkulu dengan dibiayai oleh Dana CSR BUMN, pada prinsipnya Pemerintah Kota Bengkulu mendukung Kebijakan Bapak Gubernur untuk membangun patung Ibu Fatmawati Soekarno di Kota Bengkulu. Terkait lokasi pembangunan kami mengikuti kebijakan Bapak Gubernur sesuai Peraturan yang berlaku,” bunyi Surat Balasan Tanggal 20 Mei 2019 yang langsung dibubuhi Tandatangan Walikota dan Stempel.

Perlu diketahui, pendesain Patung Ibu Fatmawati langsung dipercayakan kepada Pematung Nyoman Nuarta. Nyoman yang memiliki banyak karya terbaik nasional, seperti Garuda Wisnu Kencana (Badung, dan Bali), Monumen Jalesveva Jayamahe (Surabaya) dan Monumen Proklamasi Indonesia di Jakarta. Patung Ibu Fatmawati dengan tinggi lebih dari 7 meter ini melambangkan bahwa putri – putri Bengkulu patut diperhitungkan, salah satunya Ibu Fatmawati sebagai penjahit pertama Sang Saka Merah Putih. Sehingga bisa terus diperlihatkan kepada generasi milenial dan anak bangsa ini.

Editor : Redaksi

Baca Juga

DINKES BENGKULU SELATAN GENCAR SOSIALISASI PROGRAM ISI PIRINGKU

Laporan : Erwan Mursidi Selasa, 22 Oktober 2019 Kilas, Bengkulu Selatan – Dinas Kesehatan (Dinkes) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *