DIDUGA ISU PEMEKARAN BU, DIMAINKAN MENJELANG AJANG PILBUP 2020

Laporan : Edi Yanto

Selasa, 25 Juni 2019

Kilas, Bengkulu Utara – Menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) tahun 2020, Kemungkinan isu dan iming –ming pemekaran Kabupaten Bengkulu Utara di daerah pekal akan dimainkan oleh oknum – oknum atau pihak – pihak tertentu.

Menyimak Sebelumnya ada rencana dan pengusulan pemekaran Kabupaten Baru yang ingin terpisah dari Kabupaten induk Bengkulu Utara yaitu kabupaten Pekal.

Menariknya pada hari selasa (25/6) kembali toko masyarakat dan Para penggagas pemekaran Kabupaten Bengkulu Utara yang berbeda dari pengusulan sebelumnya yang diberi nama Kabupaten Bumi Pekal, menemui ketua DPRD BU Aliantor Harahap.

Toko masyarakat dan penggagas pemekaran Kabupaten Bumi Pekal, setelah menemui ketua DPRD BU, dihadapan berbagai awak media mengatakan, kedepannya akan mempersiapkan proposal usulan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Kami ini berbeda dengan apa yang telah di usulkan oleh saudara ibnu maja CS. Proses pemberkasan secara administrasi pemekaran Kabupaten Bengkulu Utara yang diberi nama Bumi Pekal sudah mulai berjalan, bersamaan dengan menghimpun dukungan masyarakat di enam kecamatan.

Usulan kami Berbeda dengan Ibnu Maja CS, jika tidak salah  yang itu pembentukan Kabupaten Pekal antara wilayah yang ada di Mukomuko dengan Bengkulu Utara, kalau sekarang pemekaran Kabupaten BU,” terang Zamhari, Tim Penggagas Pemekaran BU, ditemui di Gedung DPRD BU, Selasa (25/6).

“Hasil mufakat bersama masyarakat namanya Bumi Pekal agar tidak tergambar adanya sukuisme, dan menghormati kepada suku – suku yang lain, sehingga nantinya siapapun yang mau masuk kami terbuka seluas – luasnya,” kata Zamhari.

Lanjutnya,  pada hari ini mendatangi ketua DPRD BU, bermaksud dan bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat yang berkeinginan Kabupaten Bengkulu Utara mekar, di beri nama Kabupaten Bumi Pekal.

“Kedatangan kami ke gedung Rakyat BU ini, Pertama kita silaturahmi, dan menyampaikan aspirasi tentang keinginan pemekaran Kabupaten Bengkulu Utara. Tadi sudah kita sampaikan kepada Ketua Dewan Aliantor Harahap kita tinggal menunggu petunjuk, ibarat kata ke malaikat pun kami siap, agar proposal kita cepat dipersiapkan,” ujarnya.

Masih kata Zamhari, jika Bupati Bengkulu Utara tidak merespon hal tersebut. Tidak menjadi soal, karena itu merupakan haknya.

“Hajat nasional sudah. Jika tidak direspon bupati itu haknya,” pungkas Zamhari didampingi Paidi.

Editor : Redaksi

Baca Juga

Covid-19, Era Sunarno Kades Taba Rena Kabupaten Benteng Salurkan 78 KK BLT Dari Dana Desa

Laporan : Anel Yadi Sabtu, 30 Mei 2020 Kilas Bengkulu Tengah– Pemerintah Desa Taba Rena Kecamatan Pagar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *