Bupati Mian Tidak Hadir Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi DPRD BU Anggaran 2018, Proyek Mangrak Dipertanyakan

Laporan : Edi Yanto

Selasa, 18 Juni 2019

Kilas, Bengkulu UtaraPada hari senen (17/6) Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian menyampaikan  pertanggungjawanban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2018, terhadap anggota Dewan terhormat.

Menanggapi apa yang telah disampaikan bupati tersebut pada hari selasa (18/6) pihak DPRD BU kembali adakan rapat paripurna dengan angenda penyampaian pandangan umum fraksi – fraksi terhadap rancangan pelaturan daerah tentang pertanggungJawaban pelaksanaan anggaran pendapatan  dan belanja daerah BU tahun anggaran 2018, tidak dihadiri Bupati mian yang dihadiri Wakil Bupati BU, (18/6/2019).

Paripurna Pandangan Umum 7 Fraksi di pimpin lansung ketua DPRD Aliantor Harahap,SE di hadiri wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septa Adinata,SE wakil ketua I, II DPRD dan perwakilan OPD dan FKPD pemerintahan Daerah Bengkulu Utara.

Ketujuh Fraksi DPRD BU menyampaikan tanggapan pandangan umum tentang nota pengantar pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran belanja daerah (APBD) 2018.

Kesempatan pertama disampaikan fraksi Golkar  dibacakan Buyung Satria, SH, fraksi perjuangan kebangkitan nurani disampaikan Hotman siombing, fraksi NasDem dibacakan Slamet Waluyo, fraksi Gerindra disampaikan Mimbar Sitomorang, Fraksi PAN dibacakan oleh Edi Sanusi, Fraksi PKPI disampaikan Zaitul, fraksi merah putih disampaikan Fendi.

“Fraksi Golkar mengapresiasi yang telah disampaikan bupati pada tanggal (17/6/2019) kemaren, tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran belanja daerah. Pertanggungjawaban  anggaran daerah wajib untuk disampaikan setiap tahun. Anggaran yang sudah baik dijalankan selama ini perlu ditingkatkan pada tahun – tahun beritunya, Kata Buyung, sementara fraksi perjuangan kebangkitan nurani disampaikan Hotman siombing, berharap tidak adanya lagi proyek – Proyek yang tidak selesai (Mangrak) seperti tahun 2017 – 2018. Diharapkan untuk tahun – tahun yang akan datang tidak ada lagi proyek yang tidak selesai hingga terbengkalai, mohon apa tindakan pemerintah terhadap proyek tidak selesai tersebut.

Sedangkan fraksi NasDem menyayangkan penerintah pimpinan mian, lambat untuk tanggap darurat bencana seperti mengantisipasi jembatan gunung selan yang lalu, hingga patut dipertanyakan kemana satgas jalan yang sudah di bentuk bupati terdahulu. Sementara fraksi merah puti berharap pemerintah daerah mencarikan peluang – peluang meningkatkan PAD sektor yang baru,” tutupnya

Rapat paripurna berjalan dengan baik usai pembacaan pandangan fraksi – fraksi DPRD BU, Rapat langsung ditutup oleh pimpinan sidang Aliantor Arahap. (Adv)

Editor : Redaksi

Baca Juga

Covid-19, Era Sunarno Kades Taba Rena Kabupaten Benteng Salurkan 78 KK BLT Dari Dana Desa

Laporan : Anel Yadi Sabtu, 30 Mei 2020 Kilas Bengkulu Tengah– Pemerintah Desa Taba Rena Kecamatan Pagar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *