Miliyaran Rupiah Siap Cair Guna Pengembangan Sektor Pertanian Jagung Di Bengkulu Selatan

Laporan : Erwan Mursidi

Kamis, 13 Juni 2019

Kilas, Bengkulu SelatanDua Desa di Bengkulu Selatan masuk ke dalam 100 desa percontohan Proyek Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT). Masing – masing. Desa akan mendapat kucuran anggaran dari pemerintah pusat senilai Rp.1,5 Miliar. Dalam waktu dekat sudah siap dicairkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu, Siswanto menyampaikan, dua desa yang dimaksud yakni Desa Nanjungan dan Betungan Kecamatan Kedurang Ilir (KDI).

Berdasarkan potensi lokal yang ada, kedua desa ini akan bergerak dalam pengembangan usaha komoditas jagung.

“Dari 100 desa se Indonesia, yang siap cair ini baru sembilan desa. Dua diantaranya Bengkulu Selatan,” ujar Siswanto, Kamis (13/6/2019).

Program ini berlangsung selama 15 bulan. Terhitung Bulan Oktober 2018 sampai Desember 2019. Pencairannya pun dilakukan secara bertahap.

“Tahun 2018 sudah ada pencairan Rp. 60 juta untuk tahap perencanaan. Tahap kedua ini akan cair Rp. 800 jutaan dari total Rp.1,5 Miliar per desa,” jelas Siswanto.

Program ini dikelola oleh Tim Pengelolah Kegiatan Kemitraan (TPKK). Yang mana TPKK ini terdiri dari berbagai unsur seperti BUMDes, unit usaha masyarakat seperti kelompok tani dan pengusaha profesional. TPKK akan siap menampung, jual – beli dan memasarkan hasil produksi jagung petani.

“Dari dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membeli mesin pemipil jagung, mesin pengering, alat ukur kadar air, alat transportasi, gudang dan keperluan operasional dan modal usaha lainnya,” ujarnya.

Lanjut Siswanto, unit usaha itu nantinya tidak hanya menampung produksi jagung di dua desa tersebut saja, melainkan diharapkan dapat menampung produksi jagung di desa -desa lain se Bengkulu Selatan.

“Program ini sudah ada MoU dengan perusahaan yang siap menampung jagung dengan standar harga tertentu. Jadi ada jaminan harga,” kata Siswanto.

Di samping menjaga stabilitas harga jagung dan dapat menunjang ekonomi petani, melalui program inkubasi ini pula diharapkan dapat meningkatkan Pendapat Asli Desa.

“Keuntungan dari hasil usaha sebagian akan menjadi PAD Desa, di samping untuk biaya operasional,” tutup Siswanto.

Editor : Redaksi

Baca Juga

SEMPAT BERKEMELUT ERA CHOIRUL HUDA, CALON PENGHUNI RUMAH NELAYAN BISA HIRUP UDARA SEGAR

Laporan : Putra Satria Senen, 23 September 2019 Kilas Bengkulu, Mukomuko – Dinas Perumahan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *