Fitra Martin Ingatkan Bupati Mian Sebelum Terjadi Konflik Terkait Aset Wisata Air Terjun Talang  Diwo

Laporan : Edi Yanto

Senen, 4 Februari 2019

Kilas, Bengkulu UtaraWisata Air Terjun Talang Diwo Desa Balam Kecamatan Air padang, Kabupaten Bengkulu Utara, merupakan salah satu wisata yang Menakjubkan di daerah ini, setelah dirawat dan dibangun bertahun – tahun, baru – baru ini ada oknum yang tidak bertanggung Jawab mengklim wisata tersebut masuk wilayah Desa Arga Mulya Kecamatan Padang Jaya.

Bertahun – tahun Masayarat Desa Balam Kecamatan Air Padang, bahu membahu secara gotong royong, untuk membangun Wisata Air Terjun Talang Diwo sebagai daya tarik kawasan wisata alam, Mulai dari pembangunan menggunakan anggaran dana P3D Mandiri, PMPM, hingga Dana Desa yang ada pada saat ini.

Pada hari ini, senen (4/2) Kepala Desa Balam, Iklim Jahidin, Ketua BPD, Edi Samsu dan Toko pemuda, Gadis Siwaria, mendatangi gedung dewan menemui ketua Komisi I Fitra Martin agar dapat menyelesaikan permasalahan, terkait ada oknum, yang mengklim aset Wisata tersebut masuk wilayah atau dimiliki oleh Desa Arga Mulya Kecamatan Padang Jaya.

“Dari zaman Nenek moyang kami Sudah jelas Wisata Air Terjun Talang Diwo tersebut masuk dalam wilayah Desa Balam Kecamatan Air Padang. Kita harap Pemerintah Daerah Era  Bupati Mian untuk menyelesaikan masalah ini, jangan sampai terjadi konflik baru mau turun kelapangan, sebab masyarakat sudah kuatir dan tidak tenang terkait ada yang mengklim wisata tersebut masuk wilayah Desa Arga Mulya Kecamatan Padang Jaya,” Kata Kades, Ketua BPD dan toko pemuda masyarakat Desa Balam saat mendatangi gedung DPRD BU (4/2/2019).

Fitra Martin selaku anggota Dewan dari partai PKPI, dan Putra Daerah Bengkulu Utara, yang ikut mencalonkan diri kembali pada pemilu april 2019 ini di dapil I, merasa kuatir dengan kondisi daerah saat ini.

“Saya merasa kuatir dengan permasalahan Wisata Air Terjun Talang Diwo Desa Balam tersebut. Masalah ini harus diselesaikan secepatnya oleh pihak pemerintah daerah mengingat biasanya saling klim kepemilikkan suatu barang / wilayah  cenderung rawan terjadinya konflik antar sesama warga. Untuk itu saya berharap ada tindakan serta langkah – langkah kongkrit dan cepat yang di ambil oleh pemerintahan Bupati Mian saat ini,  dengan kata lain Lebih baik mencegah datangnya masalah dari pada mengobat masalah itu sendiri, nantinya” tutup Fitra Martin.

Editor : Redaksi

Baca Juga

Seluruh Penjuru Mata Angin Tokoh Masyarakat Bersatu Gaspolll Untuk Menangkan Agusrin – Imron

Laporan : Edi Yanto Senen, 19 Oktober 2020 Kilas Bengkulu, Utara – Setelah di putuskan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *