Berniat Mengatar anak Ke Sekolah, Ayah Hanyut Di Jalan aliran Sungai

Laporan : Edi Yanto

Sabtu, 13 Oktober 2018

Kilas Bengkulu Utara –  Tragis nasib dialami seorang ayah, Pangihutan Manalu (38) warga Desa Tanjung Harapan Kecamatan Ulok Kupai. Saat hendak mengantar anaknya ke sekolah, Jumat (12/10) pagi, ia dan anaknya hanyut terbawa arus sungai Air Lelangi. Tepatnya di sekitar lokasi crossing Divisi II Air Niruh PT. AAUSE (Alno Agro Utama Sumindo Estate).

Komandan Kodim 0423/BU Letkol Arh Ari Trisenta Nursanto, S.Sos, M.Si melalui Danramil Ketahun Kapten. Azwar mengatakan, peristiwa bermula saat korban hendak mengantar anaknya Reni Manalu ke tempat penjemputan bus sekolah PT. AAUSE di simpang portal PT. API dengan menggunakan sepeda motor. Sesampainya di Sungai Air Lelangi Crossing Divisi II Air Niruh, korban melihat debit air cukup tinggi, sekitar 75 cm dari crossing.

Ayah Korban lantas menurunkan anaknya dan menyeberang sendirian dengan menggunakan sepeda motor, dengan maksud setelah motor sampai di seberang korban akan kembali menjemput anaknya dengan cara berjalan kaki dan menggendong anaknya untuk menyeberang.

Namun malang, baru sampai di tengah – tengah crossing, dorongan air yang deras dan permukaan jalan yang licin membuat motor korban tergelincir dan jatuh ke dalam sungai. Melihat bapaknya tergelincir dan hanyut di sungai, anak korban menangis berteriak sembari berlari menuju camp Divisi II untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada ibunya dan warga yang tinggal di camp.

Seketika itu juga warga berduyun – duyun menuju TKP dibantu dengan personel Polsek Napal Putih dan Babinsa dari Koramil Ketahun dilakukan upaya pencarian. Namun sampai saat ini masayarakat baru menemukan motor milik korban dan sudah dievakuasi. Sementara tubuh korban sendiri belum ditemukan.

Hingga berita ini turunkan  rombongan yang terdiri dari karyawan PT Alno Agro Utama Sumindo Estate (AAUSE), TNI, Polri dan warga yang berjumlah ratusan orang bersama tim medis dari Puskesmas Desa Tanjung Harapan belum dapat menemukan korban.

Korban yang mengalami nasib naas ini merupakan salah seorang karyawan PT. AAUSE, pagi itu berangkat dari rumahnya yang berada di Cam Divisi II Air Niru, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Ulok Kupai, seperti biasa pada pagi hari mengantar anaknya ke sekolah, Namun pagi Jum’at nasibnya terhempas alur sungai yang deras saat menyebrangkan motor, sampai saat ini tim terus berupaya mencari keberadaan korban.

Baca Juga

Era Heru Susanto Proyek 11 Miliaran Kota Bani-Suka Baru Diduga Rugikan Daerah, Dua Item Jadi Temuan BPK

Laporan : Edi Yanto Selasa, 22 September 2020 Kilas Bengkulu, Utara – Salah satu Mega …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *