Peserta Pelatihan

Kurangi Angka Pengangguran, Disnakertrans BU Adakan Pelatihan Wirausaha

Kilas Bengkulu Utara Dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi mengadakan pelatihan dan pembinaan dalam bidang wirausaha bekerjasama dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa, adapun kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di 3 kecamatan tersebut adalah pengolahan keripik opak dari ubi kayu di Desa Sumber Agung Kecamatan Arma Jaya, Dodol salak di Desa Serumbung Kecamatan Kerkap, keripik klanting Desa sumber Rejo Kecamatan Hulu Palik dan Kecamatan Kota Arga Makmur bertempat di Kantor Disnakertrans dengan pelatihan membuat kue.

      Herma Hayani S.Ip Kabid Penyiapan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans BU

Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkulu Utara Drs Fachrudin melalui Kepala Bidang Penyiapan Sumber Daya Manusia dan Perluasan Kesempatan Kerja Herma Hayani.S.Ip Menjelaskan, Berawal dari niat untuk mengentasan kemiskinan dengan menumbuhkan usaha baru dan mengembangkan usaha yang telah ada, dengan demikian diharapkan dapat menambah inkam keluarga ditengah masyarakat.

“ Kegiatan yang dibiayai dengan APBD Bengkulu Utara tahun anggaran 2018 ini, dengan pelatihan dan pembinaan ini kita harapkan dapat tercipta usaha baru bagi ibu rumah tangga dalam membantu suaminya dan mengembangkan usaha yang telah ada sehingga ada pertambahan pendapatan dalam keluarga dimasyarakat, sesuai dengan tugas pokok dinas tenaga kerja adalah memberikan pelatihan kepada calon tenaga kerja dan menjembatani pemerintah dalam rangka mengurangi angka pengangguran, ” Papar Erma Hayani.

               Sekretaris Disnakertrans BU Serahkan Bantuan Peralatan Ke Peserta Pelatihan

Ditambahkan oleh Kabid Penyiapan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja Herma Hayani.S.Ip, Disnakertrans dalam pelaksanaan kegiatan ini sejak awal bekerjasama dengan berbagai pihak antaranya pihak kecamatan,desa dan tenaga kerja sosial kecamatan(TKSK) ikut mengindentifikasi calon peserta pelatihan supaya tepat sasaran, dan setelah selesai mengikuti pelatihan peserta kita berikan peralatan dan sertifikat sesuai dengan bidang yang diikutinya. Dan akan dilakukan pengawasan secara terus menerus terhadap mereka karena sebelum peralatan ini kita berikan peserta sudah membuat perjanjian peralatan ini tidak boleh dijual, dipinjamkan, menghilangkan dan yang paling penting alat tersebut harus difungsikan atau harus bisa menciptakan usaha untuk mereka.

“ Monitoring akan selalu dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan berhasil, paling sedikit 2 kali dalam setahun sesuai dengan ketersediaan dana yang dimiliki, jika dalam pengawasan tersebut peralatan ada yang hilang maka mereka harus menggantikannya atau tidak difungsikan maka kami akan menarik kembali dan akan kami berikan kepada yang lain yang benar-benar ingin berusaha, ” pungkas Kabid

PENULIS  : MUKHLIS EFFENDI

Baca Juga

Eka Septo: Kuasa Hukum Lawan KOLOM KOSONG Anak Baru Melek Hukum Pilkada, Masyarat Tidak Perlu Takut

Laporan : Edi Yanto Sabtu, 26 September 2020 Kilas Benkulu, Utara – Pernyataan kuasa hukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *