Hearing DPRD BU : Kembali Bahas Raperda Magrib Mengaji.

Kilas Bengkulu Utara Raperda Magrib mengaji kembali dilakukan pembahasan oleh pihak Legislatif dan Eksekutif. Hearing rapat kerja bersama di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu Utara selasa (13/3) langsung dipimpin Wakil Ketua I Bambang Irawan ST. MH.

Di sampaikan Ketua Komisi III Mohtadin S.Ip  Raperda Magrib Mengaji dinilai nya tidak mesti di perdakan, payung hukumnya cukup menggunakan peraturan bupati (perbub) sarannya.

Sambung Mohtadin, tahapan pembelajaran agama sedini mungkin sudah di berikan orang tua kepada anaknya. Contohnya banyak Taman Pendidikan Alquran (TPQ) yang ada saat ini dimanfaatkan oleh para orang tua mendorong anak mereka menimba ilmu agama khususnya membaca al-quran (mengaji).

Disamping itu sambung politisi PAN ini, pendidikan agama juga didapatkan anak-anak di sekolah mereka, karena sudah ada studi pendidikan agama yang selama ini masuk ke alam kurikulum sekolah, dari tingkat dasar sampai kepada tingkat menengah atas.

 ” Mesti ada komitmen bersama jika memang magrib mengaji diperdakan,” ujarnya.

Sebelumnya Margono Kadis Pendidikan dan kebudayaan Bengkulu Utara mengatakan, Dengan adanya perda magrib mengaji bertujuan pembenahan akhlak bagi masyarakat umum khususnya anak-anak untuk skala prioritas. kedepannya diharapkan dapat  sejalan dengan pembangunan RPJMP kepemimpinan Bupati – Wakil Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an – Arie Septia Adinata SE untuk mewujudkan masyarakat yang madani dan Religius.

” Sebanyak 13 pasal penerapannya tidak ada sanksi,” disampaikan Margono dalam hearing. (SR)

Baca Juga

Ketua DPC Partai Gerindra BU, Ucapkan Selamat Atas Diangkatnya Susi Marleny Bachsin Jadi Pengurus DPP

Laporan : Edi Yanto  Minggu,20 September 2020 Kilas Bengkulu Utara – Partai Gerindra telah mengumumkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *