Foto terduga korban ketika masih hidup. Baju kaus Hijau yang dilingkari

Terkuaknya Misteri Penemuan Tengkorak Dan Kalung Liontin Warna Biru

KIlas Bengkulu Utara Misteri ditemukannya tengkorak kepala dan kalung liontin berwana biru di sungai Air Kotok perbatasan antara Desa Padang Kala dengan Desa Tanah Tinggi Kecamatan padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (20/1) silam akhirnya Identitas pelakunya terkuak.

Informasi yang diterima media ini, tengkorak yang ditemukan oleh petani bernama Wario bin Samin, (58) warga Desa Tanah Tinggi Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara itu diduga bernama Lilik Rahayu (40). Dugaan sementara Lilik merupakan korban pembunuhan yang pelakunya diduga NG (47), suami korban sendiri.

Kronologis kejadian bermula pada hari Jumat (6/10/2017) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban pulang kerumahnya di Desa Tanah Tinggi dengan diantar An yang merupakan suami siri korban sampai gerbang SD di desa setempat. Kemudian korban melanjutkan pulang dengan berjalan kaki menuju rumahnya. Sampai di rumah, korban kemudian berbincang dengan suami sahnya, yakni NG. Korban menyampaikan maksud meminta uang sebesar Rp 1 Juta untuk pengurusan surat cerai di Pengadilan Agama (PA). Namun permintaan korban tidak dapat dipenuhi oleh pelaku, hingga akhirnya terjadi pertengkaran hebat.

                                                           Suami Korban (NG) Diduga Pelaku

Pada pukul 22.00 WIB, korban bermaksud buang air kecil di belakang rumah. Diam-diam, kepergian korban diikuti oleh pelaku. Pada saat korban sedang jongkok, pelaku memukul korban dengan menggunakan batu sebanyak satu kali. Korban tersungkur. Pelaku yang gelap mata kemudian mencekik leher korban dari arah depan hingga tewas.

Melihat korban tidak bergerak lagi, pelaku meninggalkan korban di belakang rumah. Keesokan harinya, yakni Sabtu (7/10/2017) pelaku mendatangi istrinya yang diyakini sudah tidak bernyawa lagi dan kemudian membopong dengan berjalan kaki menuju Sungai Air Kotok dengan maksud untuk menghilangkan jejak. Setiba di lokasi, pelaku mengikat korban dengan menggunakan tali tambang yang sudah dibawa dari rumah. Korban diikat dengan tali kemudian tali tersebut diikat pada sebatang kayu agar pada saat banjir tubuh korban tenggelam.

Kepala Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Karjan kepada awak media, Sabtu (10/3) membenarkan informasi tersebut. Menurut analisanya, pelaku melakukan tindakan keji itu atas dasar sakit hati dan bertindak spontan. Mengingat korban yang saat itu istri sahnya, sudah nikah siri dengan pria lain.

“Pelaku orangnya baik dan membaur dengan warga. Buah perkawian korban dengan pelaku dikaruniai empat orang anak. Khilaf dan kemungkinan rasa sakit hati,” ungkap Karjan.

Diketahui, sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pelaku bekerja serabutan. Informasi terbaru, pelaku sudah dijemput oleh pihak aparat kepolisian pada hari Jumat (9/3) sekitar pukul 14.5 WIB dan kasusnya sedang didalami. (Redaksi)

Baca Juga

Randykhal : Ketua Bidang Hankam MPW Pemuda Pancasila Bengkulu Meminta Kemelut Ormas Diselesaikan 

Laporan : Edi Yanto Rabu, 23 September 2020 Kilas Bengkulu, Utara – Masih suasana duka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *